Dinas Perhubungan Siapkan Solusi Banjir

Kompas.com - 26/12/2012, 14:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan solusi jika banjir jalanan melanda ibu kota seperti pekan lalu. Solusi itu disiapkan agar dampak sosial dan ekonomi yang terjadi karena banjir dapat dikurangi.

Seiring dengan itu, Pemerintah Provinsi DKI tengah mencari solusi mengurangi genangan saat hujan lebat melanda. "Kami siapkan pengalihan arus di ruas jalan yang tergenang berat. Kami juga menyiapkan jalan pararel yang bisa dimanfaatkan pengguna kendaraan sebagai alternatif," tutur Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono, Rabu (26/12/2012) di Jakarta.

Namun persoalannya, tidak semua jalan pararel dapat digunakan. Menurut Pristono, petugas dihadapkan pada pilihan yang berat. Sebab hampir semua jalan pararel di Jakarta juga macet. Oleh sebab itu, katanya, yang terpenting adalah menempatkan petugas pada lokasi rawan banjir.

"Jika jalan tidak bisa dilewati, kami siapkan jalan pararel. Tetapi jika bisa dilewati, kami imbau agar berhati-hati dengan membantu menyiapkan mobil derek," katanya.

Menurut Pristono, petugas Dinas Perhubungan DKI di lokasi rawan banjir dilengkapi dengan mobil derek, rambu lalu lintas, dan alat komunikasi. Dia mengharapkan, peran dinas lain membantu genanan di jalan cepat surut. Dia mengatakan, genangan di jalanan perlu disedot lebih cepat, sehingga penanganan bisa baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau