Polisi: Median Jalan di Makassar Memperparah Kemacetan

Kompas.com - 26/12/2012, 15:21 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com -- Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar mengeluhkan proyek median jalan di Jalan Sultan Alauddin dan Jalan AP Pettarani. Sebab, median tersebut bukannya mengurangi, malah memperparah kemacetan di dua jalur itu.

Keluhan tersebut disampaikan langsung Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Lafri kepada Kompas.com, Rabu (26/12/2012).

Lafri menduga, dua proyek median jalan tersebut bermasalah. Proyek median di Jalan AP Pettarani tidak melalui proses rekayasan jalan dan kekurangan volume. Sedangkan median jalan di Jalan Sultan Alauddin melalui proses rekayasa jalan, namun terdapat kekurangan volume dalam pengerjaan. Akibatnya, median jalan yang diperkirakan bisa mengatasi kemacetan, malah makin memperparah keadaan.

"Jadinya, proyek median jalan ini makin memperparah kemacetan di Makassar," keluh Lafri.

Menurutnya, seribuan lebih personel kepolisian dari berbagai fungsi termasuk staf harus turun ke jalan mengatasi kemacetan di Makassar. "Kalau kedua proyek itu tidak bermasalah, kemacetan bisa teratasi sedikit. Apalagi, Balai Jalan di bawah naungan Direktorat Perhubungan Darat tidak melakukan sosialisasi di masyarakat. Bahkan, kekurangan volume pengerjaan proyek median jalan ditanggulangi Sat Lantas Polrestabes Makassar dengan membuat median jalan non permanen berbahan besi dan bahan lainnya," paparnya.

Saat hendak dikonfirmasi, Kepala Balai Jalan Pemkot Makassar, Nurdin yang dihubungi Kompas.com via telepon selularnya enggan mengangkat. Dari pantauan Kompas.com, median jalan di AP Pettarani memang terlihat semerawut. Bahkan, sebagian pengerjaan median jalan tidak diselesaikan sehingga memperparah kemacetan di kota Makassar.

Selain itu, meski masih baru, warna median jalan dua proyek tersebut sudah pudar dan tidak bercahaya. Padahal, proyek itu baru rampung dibangun sebulan yang lalu. Selain memperparah kemacetan, median jalan ini pun rawan kecelakaan lalu lintas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau