Hotel Kebanjiran Pesanan

Kompas.com - 27/12/2012, 02:29 WIB

Jakarta, Kompas - Hotel-hotel di Bandung, Jakarta, dan Bali kebanjiran pesanan kamar untuk malam pergantian tahun. Sebagian hotel bahkan tidak lagi melayani pesanan karena kamar yang tersedia telah habis dipesan sejak satu hingga dua bulan lalu.

Resepsionis Hotel Royal Palace Bandung, Nana Sukarna, mengatakan, sampai 1 Januari 2013, semua kamar di hotel itu habis dipesan. Hal yang sama terjadi di Hotel Progo. ”Yang memesan kebanyakan tamu dari Jakarta,” ujar Andi Taufik yang bertugas di bagian reservasi Hotel Progo, Rabu (26/12).

Di Hotel Jayakarta Bandung, pesanan kamar menjelang pergantian tahun telah mencapai 50 persen. ”Biasanya, satu hingga dua hari menjelang tutup tahun kamar habis terpesan,” ujar Rudi Rachman, petugas reservasi hotel.

Di Bali, kamar Hotel Grand Istana Rama Bali Bianca Rosetta habis dipesan pada malam pergantian tahun. Menurut survei Litbang Kompas pada 17-18 Desember 2012 terhadap 682 responden, daerah tujuan wisata yang paling diincar untuk melewati Natal dan Tahun Baru adalah Bandung (26 persen), Bali (19,6 persen), dan Yogyakarta (16,2 persen).

Di Jakarta, hotel-hotel berbintang juga mulai kebanjiran pesanan. General Manager Resort Putri Duyung Boy Indrajaya mengatakan, sebanyak 131 cottage yang ada di Putri Duyung telah dipesan tamu untuk 30 Desember 2012 hingga 2 Januari 2013. Pemesanan dilakukan sejak Oktober dan November. Di Hotel Borobudur, Grand Hyatt Jakarta, dan Santika Jakarta, kamar yang telah dipesan untuk malam Tahun Baru mencapai 85 persen-90 persen.

Meski tahun ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan malam bebas kendaraan bermotor pada malam pergantian tahun di sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Jenderal Sudirman, pengelola hotel yang berlokasi di sekitar jalan tersebut tetap optimistis hotelnya akan terisi penuh. Asistant Public Relations Manager Grand Hyatt Jakarta Agnes Ferisia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan jalur alternatif bagi tamu. Pihak keamanan hotel akan memandu tamu mengambil jalur Jalan Kebun Kacang untuk mencapai Grand Hyatt yang berlokasi di depan Bundaran Hotel Indonesia.

Disko dan konser

Untuk menarik minat tamu, sejumlah hotel menyediakan aneka acara hiburan. Hotel Indonesia Kempinski Jakarta menggelar ”Disko Fever” di lobi hotel. Hotel Mulia Senayan Jakarta menggelar konser Rick Price yang terkenal dengan lagu ”Heaven Knows” pada 1990-an. Rick juga didaulat menghitung mundur detik-detik menuju tahun yang baru.

Pengamat komunikasi dan gaya hidup Idi Subandy melihat, sebagian orang merasa perlu merayakan Tahun Baru karena momen itu dianggap sebagai titik akhir dari hal buruk dan titik awal buat hal baik. ”Meski begitu, perayaan Tahun Baru sebenarnya lebih banyak dikonstruksi pelaku industri. Merekalah yang menciptakan kebutuhan untuk merayakan Tahun Baru,” kata Idi.(K01/K02/K06/K07/K08/ K09/K11/K13/K14/SEM/ COK/AYS/BSW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau