Di balik kesuksesan meraih tiga gelar juara dunia secara beruntun, Sebastian Vettel masih punya ambisi besar membawa tim Red Bull menjadi tim sekaliber Ferrari dan Mercedes.
Bersama Red Bull, Vettel sebenarnya telah menorehkan prestasi gemilang. Selama 62 tahun sejarah F1, Vettel menjadi peraih hattrick titel juara dunia F1 termuda (25 tahun).
Namun, Vettel tak mau larut dalam kemenangan. Pemuda kelahiran Heppenheim Hesse, Jerman, ini mengatakan, yang dia pikirkan saat ini pertarungan pada musim depan. ”Saya tengah bersiap meraih titel juara dunia yang keempat. Ini bukan soal rakus, tetapi inilah alasan saya membalap di F1,” kata Vettel, seperti dikutip Autosport.
Musim depan merupakan musim keenam Vettel di F1. Sejauh ini dia telah memenangi 26 balapan, 20 di antaranya naik podium dan 36 meraih start terdepan.
Vettel menambahkan, tiga tahun terakhir hidupnya terasa sempurna. Namun, dia merasa masih bisa mencapai hasil yang lebih baik lagi, untuk dirinya ataupun tim. ”Itulah filosofi dan semangat yang kami usung. Kami selalu bisa membuat yang lebih baik lagi. Kami ingin sejajar dengan Ferrari atau Mercedes yang mencatat banyak sejarah,” ujarnya.
Vettel kini tercatat sebagai salah satu dari sembilan pebalap yang bisa meraih lebih dari dua gelar juara dunia. Namanya juga sejajar dengan kompatriotnya, Michael Schumacher, dan pebalap Argentina Juan Manuel Fangio, yang meraih tiga gelar atau lebih.
Dengan usia yang masih 25 tahun, potensi Vettel untuk membuat rekor baru di F1 masih sangat terbuka, termasuk merebut kembali gelar juara.
Kapasitas Vettel untuk mencapai target itu tak perlu diragukan. Terlebih desainer tim Red Bull, yaitu Adrian Newey, juga bersiap dengan RB9 yang kemungkinan besar sudah melewati tes pertama. Namun, desainer asal Inggris itu tak ingin memberi sentuhan yang berlebih pada mobil sebelumnya.
Mobil RB8 mampu menunjukkan performa terbaik selama musim 2012 hingga mengantarkan Vettel juara. ”Kami fokus mengembangkan RB8, tetapi ini bukanlah hal yang serius, sebab RB9 merupakan evolusi dari mobil sebelumnya,” tutur pria yang meraih gelar kehormatan di bidang aeronotik dan astronotik dari Universitas Southampton ini.