Barcelona tim yang sangat sehat dalam artian hubungan antarpemain di internal tim. Mereka mampu melewati masa-masa sulit setelah ditinggal pelatih Pep Guardiola pada akhir musim lalu. Guardiola menjadi pelatih Barca paling sukses dengan meraih 14 gelar juara dalam empat tahun.
Kepergian Guardiola enigmatis, menimbulkan tanda tanya. Apakah penggantinya mampu mempertahankan permainan tiki-taka Barca yang indah tetapi mematikan? Teka-teki awal musim itu sudah terjawab. Tito Vilanova, sang pengganti, menjawab semua keraguan pada awal musim dengan mempersembahkan awal musim paling gemilang dalam sejarah Barcelona.
Vilanova, yang pekan ini menjalani operasi pengangkatan kanker kelenjar ludah, mempersembahkan 16 kemenangan dan sekali imbang hingga saat ini. Barca meraih 49 poin dari 51 poin yang mungkin dicapai jika menang terus.
Saat ini masih ada dua laga sisa yang merupakan setengah laga La Liga. Setiap tim di La Liga menjalani 38 laga. Posisi ini membuka peluang Barca melampaui rekor Madrid yang musim lalu menggaet 100 poin.
Barcelona bisa memecahkan berbagai rekor pada akhir musim ini. Produktivitas mereka juga fantastis, mencetak 57 gol di liga, sekali lagi 16 gol lebih banyak dibandingkan Real Madrid.
La Liga yang membosankan karena persaingan utama hanya antara Barcelona dan Real Madrid masih menghibur berkat Lionel Messi. Kandidat terkuat peraih FIFA Ballon d’Or itu mengoleksi 91 gol di klub dan tim nasional Argentina tahun ini.
”Saya bahagia dengan gol-gol dan rekor-rekor saya, tetapi tahun ini akan menjadi lebih baik dengan beberapa trofi,” ujar Messi. ”Saya selalu mengatakan bahwa yang terpenting adalah tim, dan gol-gol saya menjadi tidak penting tanpa trofi,” ujar Messi yang akan berada di klub Catalan itu hingga 2018.
Barcelona seperti mengendarai angin, melaju tanpa ada yang bisa menghentikan. Namun, jeda liburan Natal ini bisa membelokkan jalur menuju juara.
”Hal-hal aneh pernah terjadi meski kami berada di jalur untuk meraih gelar juara. Kami dalam permainan yang bagus, tetapi jalan masih panjang,” tegas gelandang Barca, Xavi Hernandez.
Kini musuh Barcelona hanya diri mereka sendiri dan buku sejarah yang mencatat kejutan-kejutan pada akhir musim.
La Liga akan kehilangan gereget tanpa Real Madrid. Musim ini, klub berjuluk ”Los Blancos” itu sedang terpuruk. Madrid digerogoti konflik internal yang melibatkan pelatih, pemain, dan jajaran manajemen.
Madrid nyaris kehilangan peluang mempertahankan gelar juara La Liga. Kekalahan 2-3 dari Malaga mengakhiri tahun 2012. Ironis. Kekalahan yang memperbesar tekanan bagi pelatih Jose Mourinho.
Memburuknya performa ”El Real” mengantar kuda hitam Atletico Madrid menempati posisi kedua klasemen dengan 40 poin. Jika aksi Atletico konsisten, sejarah akan tercatat dengan Atletico di atas Real Madrid.
Di tengah pertarungan papan atas, enam klub berjuang menyelamatkan diri dari degradasi. Espanyol, Osasuna, dan Deportivo La Coruna yang kembali ke La Liga musim ini kini berada di zona degradasi dengan nilai beturut-turut 15, 14, dan 12. Celta Vigo dengan 15 poin serta Granada dan Mallorca dengan 16 poin juga masih berada di mulut harimau. Keenam tim ini setiap pekan menjalani laga hidup-mati. Kekalahan semakin membenamkan mereka ke zona merah.(Reuters/AFP/ESPN/ANG)