Akrabnya Jokowi-Nara Kini

Kompas.com - 27/12/2012, 16:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah perhelatan Pilkada DKI, Nachrowi Ramli alias Nara bak menghilang. Namun, Nara tiba-tiba muncul di Balaikota DKI Jakarta.

Kehadiran Nara ini terkait dengan rencana Jokowi yang ingin pegawai Pemprov DKI mengenakan seragam Betawi mulai 2013. Dia pun meminta pertimbangan Bamus Betawi.

Sebagai Ketua Bamus Betawi, tentu saja Nara hadir. Dan, pertemuan dua sosok yang saling bersaing memimpin Jakarta ini pun berlangsung hangat.

Pertemuan pertama berlangsung di Balaikota Jakarta, Kamis (27/12/2012). Nara yang mengenakan baju koko merah dipadu sarung yang melingkar di lehernya disambut Jokowi yang memang telah menunggu di Balairung.

Dengan sambutan hangat dari Jokowi, keduanya pun bersalaman dan berpelukan kemudian keduanya memasuki ruang rapim untuk mengadakan pertemuan tertutup terkait kerja sama Pemprov DKI dan Bamus Betawi. Kira-kira 60 menit kemudian, Jokowi yang didampingi Nara menggelar jumpa pers.

"Hari ini kami bergembira bisa bertemu dengan Bapak Gubernur di tengah kesibukannya dan yang lebih penting lagi ada beberapa poin kepedulian beliau terhadap Betawi," kata Nara.

Ternyata, Jokowi dan Nara kembali bertemu di acara Penghargaan Pembelajaran Demokrasi Siap Menang Siap Kalah sebagai Tokoh News Maker di PWI Jaya, Gedung Prasada Sasana Karya. Keduanya semakin terlihat akrab dengan mengobrol sambil berbisik-bisik.

Pemandangan ini sangat menarik apabila mengingat persaingan sengit antara kedua pasangan calon yang sama-sama berlaga di Pilkada DKI, baik di putaran pertama maupun putaran kedua. Bahkan, pada saat putaran kedua, Nara sempat mengeluarkan kalimat "blunder" yang ditujukan kepada Basuki, "Haiyaa Ahok."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau