JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah perhelatan Pilkada DKI, Nachrowi Ramli alias Nara bak menghilang. Namun, Nara tiba-tiba muncul di Balaikota DKI Jakarta.
Kehadiran Nara ini terkait dengan rencana Jokowi yang ingin pegawai Pemprov DKI mengenakan seragam Betawi mulai 2013. Dia pun meminta pertimbangan Bamus Betawi.
Sebagai Ketua Bamus Betawi, tentu saja Nara hadir. Dan, pertemuan dua sosok yang saling bersaing memimpin Jakarta ini pun berlangsung hangat.
Pertemuan pertama berlangsung di Balaikota Jakarta, Kamis (27/12/2012). Nara yang mengenakan baju koko merah dipadu sarung yang melingkar di lehernya disambut Jokowi yang memang telah menunggu di Balairung.
Dengan sambutan hangat dari Jokowi, keduanya pun bersalaman dan berpelukan kemudian keduanya memasuki ruang rapim untuk mengadakan pertemuan tertutup terkait kerja sama Pemprov DKI dan Bamus Betawi. Kira-kira 60 menit kemudian, Jokowi yang didampingi Nara menggelar jumpa pers.
"Hari ini kami bergembira bisa bertemu dengan Bapak Gubernur di tengah kesibukannya dan yang lebih penting lagi ada beberapa poin kepedulian beliau terhadap Betawi," kata Nara.
Ternyata, Jokowi dan Nara kembali bertemu di acara Penghargaan Pembelajaran Demokrasi Siap Menang Siap Kalah sebagai Tokoh News Maker di PWI Jaya, Gedung Prasada Sasana Karya. Keduanya semakin terlihat akrab dengan mengobrol sambil berbisik-bisik.
Pemandangan ini sangat menarik apabila mengingat persaingan sengit antara kedua pasangan calon yang sama-sama berlaga di Pilkada DKI, baik di putaran pertama maupun putaran kedua. Bahkan, pada saat putaran kedua, Nara sempat mengeluarkan kalimat "blunder" yang ditujukan kepada Basuki, "Haiyaa Ahok."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang