Belum Ada Kesepakatan

Kompas.com - 28/12/2012, 03:06 WIB

WASHINGTON DC, KAMIS - Hingga hari Kamis (27/12), belum ada kesepakatan di kalangan Kongres untuk menghindari jurang fiskal yang bisa menjerumuskan perekonomian AS kembali ke resesi. Kebuntuan politik di Washington ini membuat banyak pihak khawatir.

Jika sampai malam Tahun Baru nanti kesepakatan belum tercapai, ketentuan pemotongan defisit anggaran negara AS yang disepakati sebelumnya akan otomatis berlaku. Dalam kesepakatan itu, defisit anggaran akan dipotong sebesar 671 miliar dollar AS.

Pemotongan defisit sebesar itu diperoleh dengan menaikkan pajak bagi hampir seluruh warga negara dan memotong anggaran belanja negara hingga 109 miliar dollar AS.

Dalam kondisi ekonomi AS yang belum pulih benar setelah terkena Resesi Besar 2008-2009, kenaikan pajak bagi hampir semua orang dan pemotongan anggaran belanja negara bisa menyebabkan kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu kembali terpuruk.

Risiko itulah yang disebut ”jurang fiskal”.

Jika itu terjadi, dampaknya tidak hanya akan terasa di AS, tetapi juga bisa berpengaruh ke seluruh dunia.

Presiden Barack Obama telah memperpendek masa liburan di Hawaii untuk kembali mendorong tercapainya kesepakatan baru guna mengganti atau menunda penerapan ketentuan itu.

Saling menyalahkan

Namun, para anggota legislatif AS dari kubu Partai Republik dan Demokrat terkesan masih lebih suka menyalahkan satu sama lain daripada mencari kesepakatan.

Saat ini para senator dari Partai Demokrat sedang menyusun draf kesepakatan baru itu, yang kemudian harus disepakati di tingkat Senat AS. Setelah itu, kesepakatan tersebut juga harus disepakati di tingkat DPR AS.

”Pihak Gedung Putih belum berusaha menghubungi kami, demikian juga para senator dari Partai Demokrat. Mereka terkesan mau bekerja sendiri,” kata Don Stewart, deputi kepala staf Senator Mitch McConnell dari Partai Republik.

Sebaliknya, pihak Gedung Putih balik menuduh para republiken yang menghalangi tercapainya kesepakatan.

”Pukulan terhadap ekonomi kita tidak datang dari luar, tetapi dari kebodohan Kongres,” ujar seorang pejabat senior Gedung Putih yang tak disebut namanya.

Bersamaan dengan kekhawatiran soal ”jurang fiskal” itu, Menteri Keuangan AS Timothy Geithner, Rabu, mengingatkan bahwa dengan laju pengeluaran negara saat ini, pagu utang AS akan tercapai pada hari Senin, 31 Desember, mendatang.

Jika pagu utang itu tidak dinaikkan setelah tanggal itu, Pemerintah AS akan kehabisan uang untuk membayar berbagai tagihan rutin operasional.

Dalam suratnya kepada Ketua Mayoritas Senat Harry Reid, Geithner mengatakan, pihaknya akan melakukan beberapa ”langkah luar biasa” untuk mengulur waktu tercapainya pagu utang itu hingga dua bulan lagi.

Beberapa langkah itu, antara lain, menghentikan penjualan surat utang negara dan menghentikan investasi dana pensiun pemerintah.

Meski demikian, Geithner mengatakan, ketidakpastian negosiasi soal kenaikan pajak dan pengurangan belanja negara saat ini membuat ia tak yakin sampai kapan bisa menunda tercapainya pagu utang AS.(AP/AFP/Reuters/DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau