KTSP Sudah Bagus, Sayang Evaluasinya Lewat UN

Kompas.com - 28/12/2012, 11:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penelitian internasional yaitu TIMSS mengindikasikan bahwa daya nalar anak Indonesia masih rendah. Kemampuan anak Indonesia dalam mengerjakan soal hanya sampai pada level intermediate yaitu tingkatan mengaplikasikan jawaban saja karena dibekali ilmu pengetahuan.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, mengatakan daya nalar anak Indonesia ini dinilai rendah karena selama ini anak-anak dididik hanya menghafal saja bukan mempertajam pikiran dengan berbagai kemungkinan jawaban yang timbul dari suatu masalah atau bahasan.

"Hal semacam ini dapat terjadi juga kembali lagi pada gurunya. Guru yang kreatif akan mampu menghasilkan anak yang kreatif," kata Retno saat jumpa pers Catatan Akhir Tahun 2012 FSGI di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta, Kamis (27/12/2012).

Namun sayangnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak pernah serius dalam memperbaiki kualitas guru. Pembinaan guru harusnya dilakukan secara berkelanjutan dan terus menerus bukan musiman atau hanya tergantung kebutuhan saja.

"Contohnya UKG saja dadakan. Itu juga nggak ada gunanya. Tidak ada kepedulian untuk mengelola kapasitas guru," jelas Retno.

Permasalahan lain yang mengakibatkan daya nalar anak juga terus ada di urutan rendah karena Ujian Nasional (UN) tetap dipaksakan ada oleh pemerintah. Padahal dengan adanya UN ini, kurikulum jenis apapun dengan metode pembelajaran apapun akan mentah kembali.

"Contohnya KTSP ini sudah bagus karena menyesuaikan kondisi sekolah masing-masing. Tapi penentu kelulusannnya UN yang sama secara nasional. Ya mau nggak mau kan guru jadi mengajar sesuai dengan kebutuhan itu bukan sesuai dengan kondisi sekolah dan siswanya," tandasnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau