"Shooting" di Rumah Sakit Tak Sesuai UU RS

Kompas.com - 28/12/2012, 13:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan rumah sakit untuk kegiatan shooting dinilai tidak sesuai dengan aturan dalam Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Nova Riyanti Yusuf atau akrab disapa Noriyu, mengatakan, di dalam UU RS memang tidak ada larangan pemanfaatan ruangan RS untuk kegiatan komersil. Namun, ada beberapa aturan apabila RS ingin bekerja sama dengan pihak luar.

Pihak RS, kata Noriyu, harus memperhatikan etika dan profesionalitas. Penggunaan ruangan ICCU untuk shooting meskipun kosong, kata dia, tentu bakal mengganggu pelayanan lantaran banyaknya peralatan shooting dan kru.

Penyelenggaraan RS, tambah Noriyu, harus memberikan manfaat bagi kemanusiaan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Shooting sinetron di RS tentu tidak akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," kata Noriyu ketika dihubungi, Jumat ( 28/12/2012 ).

Selain itu, tambah politisi Partai Demokrat itu, kerjasama dengan pihak lain diperbolehkan untuk mengembangkan pelayanan. Kegiatan shooting, kata Noriyu, pasti tidak ada hubungannya dengan pengembangan pelayanan.

Hal itu dikatakan Noriyu menyikapi kegiatan shooting sinetron di selasar di sekitar ruang perawatan intensif (ICU) RS Anak dan Bunda Harapan Kita yang dikeluhkan keluarga pasien. Kekecewaan itu disampaikan oleh Kurnianto Ahmad Thoyfur (47) yang kehilangan anaknya yang sedang dirawat di ICU.

Noriyu menambahkan, Komisi IX bakal memanggil direksi RSIA Harapan Kita setelah masa reses selesai untuk mengetahui duduk persoalan. Dia meminta agar apa yang terjadi di RSIA Harapan Kita menjadi pembelajaran bagi RS lain.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Ruang ICU Jadi Lokasi "Shooting"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau