Pembajak Paksa Sopir Angkot Melajukan Mobilnya

Kompas.com - 29/12/2012, 06:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua orang pelaku penodongan di dalam angkutan umum M06A jurusan Kampung Melayu-Gandaria, Jumat (28/12/2012) malam, tergolong nekat. Demi melancarkan aksinya, pelaku juga mengancam sopir angkot untuk terus melajukan kendaraan.

"Sama pelakunya dia (sopir) suruh cepetin laju angkotnya. Sopirnya sampai takut," ujar Azam (16), salah satu korban, saat ditemui Kompas.com di Rumah Sakit UKI, Jumat malam.

Menurut Azam, saat kejadian berlangsung, di dalam angkutan umum terdapat sembilan orang (bukan delapan orang seperti yang diberitakan sebelumnya), yakni satu sopir, dua penumpang wanita di depan, satu pria tua, ia dan kedua rekannya, serta dua pelaku yang diketahui masih remaja.

Azam melanjutkan, ketika dibentak pelaku, sang sopir ketakutan dan melajukan angkutan umumnya sesuai perintah pelaku. Pada saat itulah, kedua pelaku melancarkan aksinya. Seorang di antaranya mengeluarkan sebilah belati, kemudian menodongkannya ke Azam dan dua rekannya.

"Pertama minta duit dikasih Rp 1.000, tetapi dia minta lagi, minta lagi. Sempat ditusuk ini di paha kanan Rifki, dia juga minta handphone," kata Azam.

Aksi sadis pelaku tersebut sempat dihalau oleh Haerudin (42), salah seorang penumpang lain, sehingga membuat perhatian pelaku teralihkan. Memanfaatkan kelengahan pelaku, Rifki serta dua orang rekannya menerobos pintu angkutan umum yang tengah melaju cukup kencang itu. Keduanya nekat melompat dari angkot.

Setelah nekat melompat dari angkutan umum, Azam dan kedua rekannya yang mengalami luka-luka itu tak mengetahui lagi apa yang menimpa penumpang lainnya. Mereka ditolong polisi lalu lintas dan dibawa ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit UKI, Cawang, Jakarta Timur.

Naas, penumpang lainnya bernama Haerudin rupanya tewas. Jasad pria tua malang tersebut ditemukan dalam kondisi luka benturan benda tumpul di bagian kepala di Jalan DI Panjaitan, tepatnya di dekat Pasar Gembrong, Jakarta Timur. Jasadnya dibawa ke ruangan jenazah Rumah Sakit UKI menunggu keluarga.

Kini, korban luka masih dirawat intensif di UGD Rumah Sakit UKI. Sementara jasad korban meninggal juga masih disemayamkan di rumah sakit yang sama. Pihak keluarga korban luka dan meninggal diketahui telah datang ke rumah sakit. Adapun sang sopir angkutan umum telah diamankan di kantor Polsektro Jatinegara.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau