Nilai 7,43 dari KPK untuk Kemendikbud

Kompas.com - 29/12/2012, 14:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada akhir tahun 2012 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berhasil meraih peringkat tertinggi dalam survei integritas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan integritas instansi. Survei ini dilakukan oleh KPK terhadap 85 instansi pusat, vertikal dan daerah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa peringkat tertinggi terkait dengan integritas ini diperoleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk tingkat kementerian. Sementara untuk tingkat kelembagaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berada di peringkat kedua.

"Nilai yang kami peroleh 7,43. Tapi jadi yang tertinggi untuk tingkat kementerian. Kalau kelembagaan kami masih kalah dengan Jamsostek," kata Nuh saat jumpa pers Akhir Tahun 2012 di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Jumat (28/12/2012).

Beberapa hal yang membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah pengisian dan penyerahan LHKPN yang tepat waktu. Kemudian penerapan pendidikan anti korupsi di seluruh jenjang pendidikan. Selanjutnya, muncul Permendikbud tentang program pengendalaian gratifikasi dan penanganan aduan masyarakat yang ditindaklanjuti oleh Inspektorat Jenderal.

Tidak hanya itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga berhasil mendapat predikat penilaian B terkait Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Predikat ini sama seperti yang diperoleh pada tahun 2011 lalu dengan komponen penilaian yaitu perencanaan kegiatan, pengukuran, pelaporan, evaluasi dan capaian.

"Untuk LAKIP predikat kami masih tetap B. Tapi tidak apa, itu sudah bagus. Kami akan terus tingkatkan akuntabilitas kinerja ini dan tidak hanya berhenti di sini saja," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau