Palestina

Mesir Izinkan Truk Bantuan Masuk ke Gaza

Kompas.com - 30/12/2012, 18:03 WIB

KAIRO, KOMPAS.com - Pemerintah Mesir untuk pertama kalinya sejak tahun 2007 mengijinkan truk pembawa bantuan memasuki Jalur Gaza di Palestina melalui wilayahnya.

Konvoi truk tersebut dilaporkan membawa bantuan yang berasal dari Qatar dan memasuki Gaza melalui pintu perbatasan di Rafah pada, Sabtu (29/12/2012) waktu setempat.

Mesir sebelumnya mengikuti kebijakan pembatasan impor terhadap Palestina seperti yang juga dikenakan oleh Israel.

Namun Israel telah melonggarkan blokade mereka terhadap wilayah Gaza seiring dengan gencatan senjata yang telah mereka sepakati dengan Hamas.

Akibat blokade terhadap Jalur Gaza sejumlah bantuan dan barang akhirnya diselundupkan dari Mesir lewat jalur tersembunyi seperti melalui jaringan terowongan bawah tanah di kawasan itu.

Seorang pejabat keamanan Mesir seperti dikutip oleh kantor berita AP mengatakan pembukaan jalur untuk pengiriman bantuan ke Gaza dilakukan setelah sebelumnya berkonsultasi dengan pejabat Israel yang berada di Kairo, Kamis (27/12/2012) lalu. 

Bantuan Qatar

Qatar telah menjanjikan bantuan sekitar 400 juta dollar AS atau Rp 3,8 triliun untuk membangun kembali Gaza lewat perbaikan sejumlah sekolah, jalan raya, rumah sakit dan rumah warga yang rusak akibat serangan Israel beberapa waktu lalu.

Pejabat Hamas mengatakan kebijakan Mesir mengijinkan masuknya bantuan dari Qatar melalui Rafah merupakan sebuah langkah yang positif.

"Kami berharap pemerintah Mesir akan membuka perbatasannya secara permanen bagi masuknya sejumlah barang sehingga warga kami bisa memenuhi kebutuhannya," kata Kepala Bagian Media Pemerintahan Hamas, Ehab al-Ghsain.

Pertikaian dengan Israel selama delapan hari pada bulan November lalu telah mengakibatkan warga di Jalur Gaza mengalami kesulitan dan menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.

Laporan menyebutkan ada 170 warga Palestina yang tewas akibat pertikaian bersenjata itu sementara di pihak Israel terdapat enam warga mereka yang tewas.

sebelumnya Hamas menguasai Gaza setelah memenangi Pemilu pada tahun 2006 lalu dan menjadi kekuatan tersendiri setelah mendepak rivalnya dari kubu Fatah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau