Bebas Perangkat Elektronik, Hidup di Rumah Lumpur Unik

Kompas.com - 31/12/2012, 00:58 WIB

KOMPAS.com - Anda menginginkan perubahan seratus derajat sebahai sebuah resolusi menyambut tahun baru? Mungkin, Anda dapat mengubah kebiasaan dengan melepaskan semua peralatan elektronik yang biasa Anda gunakan.

Contoh perubahan ini sudah dilakukan oleh Emma Orbach. Perempuan berusia 58 tahun ini sudah cukup lama hidup dalam rumah lumpur buatannya sendiri. Selama 13 tahun belakangan, lulusan Oxford ini bukan hanya membangun sendiri rumah uniknya. Ia juga mencari cara untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam rumahnya, serta menanam sendiri makanannya.

Setiap hari, Orbach menghabiskan waktunya untuk merawat tanaman, memetik buah, menjaga tiga kambing, tujuh ayam, dan dua kuda. Selain itu, dia juga perlu menebang sendiri pohon-pohon untuk mendapatkan kayu bakar.

Berbeda dengan pagi hari yang penuh aktivitas, sore hari Orbach menghabiskan waktu dengan kegiatan sederhana yang menenangkan, yaitu memasak makan malam dan memainkan harpa khas kebudayaan Celtic di depan perapiannya. Setelah itu, sekitar pukul 8.30 malam, ia pergi tidur.

Rumah milik Orbach ini terdapat di pegunungan West Wales. Mirip rumah kurcaci, Orbach menamakan rumahnya itu dengan "Tir Ysbrydol", yang dalam bahasa Welsh berarti "tanah roh".

Saat ini, jika anak-anaknya yang kini berusia 20 dan 30 tahun ingin mengunjunginya, Orbach meminta mereka untuk menjnggalkan berbagai peralatan elektronik milik mereka.

Anak-anak Orbach kini memang tinggal jauh dari dirinya, yaitu di London, Bristol, dan Brighton. Sebelun bercerai dengan suaminya, Julian Orbach, mereka juga tinggal dalam rumah semacam ini. Bersama dengan sang mantan suami yang merupakan sejarawan arsitektural, Orbach membangun komunitas ramah lingkungan di Pegunungan Preseli, dekat Newport, Pembrokeshire. Namun, mereka akhirnya terganjal dengan perizinan.

Akhirnya, pada 2008 mereka mendapatkan izin tersebut. Namun kemudian, pasangan ini malah bercerai.

Kini, Emma Orbach menjalankan tempat relaksasi dan penyembuhan. Orang- orang yang datang ke pondok-pondok miliknya akan memberikan donasi untik keperluan reparasi dan pajak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau