Theo Walcott berjalan meninggalkan Stadion Emirates dengan senyum mengembang. Tangannya menggamit bola yang dia ceploskan tiga kali ke gawang Newcastle United yang dihantam Arsenal, 7-3, Minggu (30/12) dini hari WIB.
Walcott membayar lunas kepercayaan yang diberikan oleh Pelatih Arsenal Arsene Wenger, yang memberinya peran sebagai penyerang diapit oleh dua sayap, Lukas Podolski dan Alex Oxlade-Chamberlain. Tiga gol ke gawang Newcastle menempatkan Walcott sebagai pemain ”The Gunners” paling subur dengan 14 gol di semua kompetisi.
Ketajaman pemain berusia 23 tahun itu merebut simpati suporter Arsenal. Sepanjang langkah Walcott meninggalkan Stadion Emirates, sekitar 60.000 suporter Arsenal meneriakkan, ”Kontrak dia, kontrak dia.”
Ya, negosiasi perpanjangan kontrak mantan pemain Sunderland ini belum final. Walcott pada awal musim ini menegaskan dia akan bertahan di Arsenal jika mendapat jaminan tampil reguler. Walcott juga ingin menempati posisi ujung tombak, bukan di sayap kanan.
Wenger merespons keinginan pemain yang dia bina sejak berusia 19 tahun itu. Walcott tiga kali dipasang sebagai ujung tombak dan menyumbangkan empat gol, serta satu penalti berkata pelanggaran terhadapnya, yang menjadi penentu kemenangan Arsenal atas Wigan.
Pemain tercepat di Liga Inggris dengan rata-rata kecepatan 36,56 km per jam itu menunjukkan bakatnya sebagai ujung tombak dengan memborong tiga gol saat melawan Newcastle. Gol pertamanya pada menit ke-20 mengingatkan pada gaya penyelesaian akhir Thierry Henry, pencetak gol terbanyak Arsenal.
Walcott berada di sisi kanan depan gawang lawan saat menerima umpan terobosan Podolski dari wilayah Arsenal. Walcott meluncur cepat ke kotak penalti Newcastle, mengecoh kiper Tim Krul, dan melepaskan bola mendatar. Hasilnya sempurna. Bola bersarang di sudut kiri gawang. ”Itu gaya penyelesaian Thierry Henry,” ujar Wenger.
Henry menyaksikan gol itu dari tribune. Ia tersenyum gembira dan bertepuk tangan. Pemain yang kini membela klub New York Red Bulls itu bersama Arsenal untuk berlatih mengisi jeda kompetisi di Major League Soccer Amerika Serikat.
Wenger meminta Henry membimbing Walcott mentransformasikan dirinya dari posisi sayap ke penyerang tengah. ”Dia (Henry) memberi masukan kepada dirinya (Walcott) dan Theo anak sangat cerdas. Dia cepat paham saat Anda menyampaikan sesuatu kepada dirinya dan itulah mengapa, menurut saya, dia akan sangat baik di posisi ini. Bagus jika dia ambil kesempatan ini. Jika tidak, dia tetap akan jadi pemain sayap yang fantastis,” ujar Wenger.
Sentuhan tangan dingin Wenger pulalah yang menjadikan Henry penyerang paling berbahaya di Eropa. Henry bergabung dengan Arsenal di usia 22 tahun dan setahun kemudian digeser dari sayap ke ujung tombak.
Kini, Walcott menjalani proses transformasi yang sama, juga di usia 23 tahun. Wenger menilai, untuk menjadi ujung tombak andal, pemain harus belajar banyak hal di posisi lain. Walcott menjalani tempaan ini sejak 19 tahun hingga kini berusia 23 tahun. Wenger pun puas dengan ketajaman Walcott.
”Saya menikmati bermain di posisi apa pun, tetapi ini pemberitahuan kepada pelatih untuk memberi saya kesempatan bermain di depan,” ujar Walcott.