Karnaval "Car Free Night" Tak Sesuai Rencana

Kompas.com - 01/01/2013, 03:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gelaran Jakarta Night Festival di malam pergantian tahun seharusnya tak cuma panggung musik yang dipusatkan di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan karnaval atau parade yang melibatkan ribuan orang untuk menghibur pengunjung.

Parade "Car Free Night" di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin pun tak berjalan. Ruas jalan yang seharusnya digunakan untuk iring-iringan peserta karnaval tak bisa dilalui karena penuh orang.

"Jadi skenario awalnya kan rombongan sepeda membuka jalan. Karena ramai sekali, jadi enggak bisa lancar. Kemudian skenario berubah total untuk jalur karnavalnya," kata Edi Subagyo, koordinator pagar betis karnaval CFN di Bundaran HI, Senin (31/12/2012) malam.

Ia mengatakn, total ada 2.013 sepeda yang dikendarai pelajar SMK dan SMA se-DKI dan parade batik dari Solo yang mengisi karnaval tersebut. Karnaval daerah seperti ondel-ondel dan ksatria Jawa juga turut berpartisipasi.

Selain itu, kata Edi, parade marching band dari Ancol juga sedianya akan memeriahkan malam tahun baru Jakarta Night Festival.

Dari pantauan di lokasi, keadaan Bundaran HI memang sangat semrawut. Ribuan warga memilih berdesakan-desakan di sekitar panggung utama Jakarta Night Festival. Bahkan sepeda dan wayang orang yang akan melakukan parade pun tersendat di jalan sehingga tidak bisa memberikan pertunjukan kepada masyarakat.

Warga yang tengah melihat kembang api pun banyak yang terinjak dan pingsan karena terhimpit warga lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau