Mau Langsing? Batasi Penggunaan Mobil

Kompas.com - 01/01/2013, 15:06 WIB

KOMPAS.com - Jika Anda saat ini sedang dalam program penurunan berat badan, cobalah untuk lebih banyak bergerak. Salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi frekuensi menyetir mobil atau membatasi penggunaan kendaraan. Demikian saran sebuah studi terbaru di Amerika Serikat.

Selain membantu menurunkan berat badan, membatasi penggunaan kendaraan dan lebih memilih melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki, juga bermanfaat untuk lingkungan karena mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Tentu ini juga dapat mengurangi epidemi obesitas.

"Obesitas bukan masalah satu-dimensi. Perubahan tingkat individu pun dapat berdampak di tingkat nasional," kata penulis senior dari studi ini Sheldon Jacobson, direktur simulasi dan optimasi di laboratorium departemen ilmu komputer di University of Illinois.

Sebagai contoh, kata Jacobson, "Mengurangi satu mil jarak mengemudi setiap hari akan mengurangi banyak bahan bakar yang dikonsumsi. Obesitas bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga masalah sosial. Mengurangi jarak mengemudi akan menjadi cara yang efektif dalam mengurangi epidemi obesitas dan menghemat bahan bakar."

Terlepas dari motivasi dibalik membatasi penggunaan kendaraan, seorang pakar nutrisi klinis dari Griffin Hospital di Derby, Connecticut, Samantha Heller, setuju bahwa  upaya tersebut adalah langkah positif.

"Jika Anda membuat perubahan yang sehat seperti mengurangi jarak mengemudi, baik untuk menurunkan berat badan, atau karena Anda ingin lebih mencintai lingkungan dan hemat bahan bakar, Anda tetap mendapatkan manfaat," katanya.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Medicine Preventive ini membuat prediksi untuk melihat kemungkinan dampak perubahan dalam skala nasional apabila masyarakat dapat melakukan perubahan kecil terhadap gaya hidup mereka.

Jacobson dan koleganya merancang model statistik untuk memprediksi apa yang akan terjadi jika orang mengurangi frekuensi dan jarak tempuh berkendara setidaknya satu mil per hari, atau jika orang mengkonsumsi 100 kalori lebih sedikit per hari. Para peneliti itu pun berhasil menentukan, apabila setiap orang mengurangi jarak menyetir sebanyak satu mil setiap harinya, maka BMI nasional akan turun sebesar 0,21 poin setelah enam tahun.  Sementara, apabila setiap orang mengurangi asupan kalori setidaknya 100 kkal setiap hari maka BMI nasional akan turun 0,16 poin selama 3 tahun.

Pesan dari penelitian ini adalah  mengurangi frekuensi dan jarak berkendara dan menggantinya dengan aktivitas fisik seperti berjalan kaki akan sangat bermanfaat. Selain itu, kurangi pula jumlah kalori yang Anda asup. Upaya-upaya tadi untuk menurunkan epidemi obesitas juga untuk menghemat bahan bakar minyak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau