Pamit Bertemu Seseorang, Ditemukan Sudah Jadi Mayat

Kompas.com - 01/01/2013, 18:59 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com -- Warga Jatiringin, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, geger dengan penemuan mayat seorang perempuan di areal perkebunan tebu desa setempat, Selasa (1/1/2013). Pada tubuh korban ditemukan beberapa luka terbuka.

Mayat tersebut kali pertama ditemukan oleh seorang pencari rumput sekitar pukul 13.00 WIB. Penemuan mayat itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa lalu ke  kepolisian. Saat ditemukan, jenazah tersebut masih mengenakan pakaian lengkap berupa jaket hitam dan celana pendek warna putih dengan motif bunga. Kondisinya telentang disamping pematang sawah dari perkebunan tebu yang terletak cukup jauh dari permukiman penduduk.

Di sekitar lokasi kejadian, tercium aroma busuk cukup menyengat yang berasal dari tubuh korban yang sudah mulai membengkak. Dengan kondisi seperti itu, diduga wanita itu sudah meninggal lebih dari dua hari.

"Ada beberapa luka di tubuhnya, namun kita belum pastikan penyebabnya. Kita tunggu saja hasilnya nanti dari pemeriksaan medis," kata Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Edy Herwiyanto. Tidak berselang lama, identitas jenazah itu diketahui bernama Suparmi (47), warga setempat. Hal itu terungkap dari salah satu anggota keluarganya yang datang melihat lokasi kejadian. "Dia adik keponakan saya," kata Triminarsih, dengan mata berkaca-kaca.

Menurut Triminarsih, familinya itu keluar rumah sejak Minggu (30/12/2012) malam, sekitar pukul 19.00. Kepada keluarganya, ia berpamitan untuk bertemu dengan seseorang. "Dia pergi naik motor, katanya janjian mau ketemu orang," kata Triminarsih.

Tangis haru pecah saat keluarga yang lainnya berdatangan. Terlebih saat jenazah wanita yang telah menjanda itu diangkat untuk dibawa ke RS Bhayangkara guna diotopsi. Sementara itu, penemuan tersebut membuat para warga berdatangan untuk melihatnya lebih dekat. Meskipun lokasi sudah diberi garis polisi, namun mereka terus merangsek maju sehingga sempat membuat polisi kerepotan mengaturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau