KEDIRI, KOMPAS.com -- Warga Jatiringin, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, geger dengan penemuan mayat seorang perempuan di areal perkebunan tebu desa setempat, Selasa (1/1/2013). Pada tubuh korban ditemukan beberapa luka terbuka.
Mayat tersebut kali pertama ditemukan oleh seorang pencari rumput sekitar pukul 13.00 WIB. Penemuan mayat itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa lalu ke kepolisian. Saat ditemukan, jenazah tersebut masih mengenakan pakaian lengkap berupa jaket hitam dan celana pendek warna putih dengan motif bunga. Kondisinya telentang disamping pematang sawah dari perkebunan tebu yang terletak cukup jauh dari permukiman penduduk.
Di sekitar lokasi kejadian, tercium aroma busuk cukup menyengat yang berasal dari tubuh korban yang sudah mulai membengkak. Dengan kondisi seperti itu, diduga wanita itu sudah meninggal lebih dari dua hari.
"Ada beberapa luka di tubuhnya, namun kita belum pastikan penyebabnya. Kita tunggu saja hasilnya nanti dari pemeriksaan medis," kata Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Edy Herwiyanto. Tidak berselang lama, identitas jenazah itu diketahui bernama Suparmi (47), warga setempat. Hal itu terungkap dari salah satu anggota keluarganya yang datang melihat lokasi kejadian. "Dia adik keponakan saya," kata Triminarsih, dengan mata berkaca-kaca.
Menurut Triminarsih, familinya itu keluar rumah sejak Minggu (30/12/2012) malam, sekitar pukul 19.00. Kepada keluarganya, ia berpamitan untuk bertemu dengan seseorang. "Dia pergi naik motor, katanya janjian mau ketemu orang," kata Triminarsih.
Tangis haru pecah saat keluarga yang lainnya berdatangan. Terlebih saat jenazah wanita yang telah menjanda itu diangkat untuk dibawa ke RS Bhayangkara guna diotopsi. Sementara itu, penemuan tersebut membuat para warga berdatangan untuk melihatnya lebih dekat. Meskipun lokasi sudah diberi garis polisi, namun mereka terus merangsek maju sehingga sempat membuat polisi kerepotan mengaturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang