"Semoga PSSI dan KPSI Bisa Segera Bersatu"

Kompas.com - 01/01/2013, 19:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gelandang tim nasional Indonesia, Andik Vermansah, berharap sepak bola Indonesia bisa berjalan ke arah yang lebih baik pada 2013. Menurut pemain Persebaya Surabaya ini, salah satu masalah yang harus segera diselesaikan tahun ini adalah perseteruan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).

Sepanjang 2012, pencinta sepak bola Tanah Air memang selalu disuguhi konflik PSSI dan KPSI yang hingga kini masih belum tuntas. Berbagai masalah itu berimbas kepada para pesepak bola. Salah satunya terlihat ketika para pemain yang berasal dari ISL tidak dapat memperkuat skuad Piala AFF 2012, November lalu.

Andik mengatakan, sebagai pemain, dirinya tidak terlalu memikirkan prestasi pribadi. Lelaki berusia 22 tahun itu hanya berharap rekan-rekannya bisa bermain dalam satu kompetisi dan juga membela tim nasional Indonesia tanpa tekanan atau larangan dari sejumlah pihak.

"(Talenta) anak-anak Indonesia padahal sangat bagus dalam bidang olahraga, khususnya sepak bola. Tetapi, bagaimana bisa maksimal kalau di atasnya masih kacau. Kedua kubu itu (PSSI-KPSI) juga makin hancur. Jadi, aku berharap PSSI dan KPSI bisa segera bersatu tahun ini," cetus Andik.

Pria Surabaya itu menambahkan, sepanjang 2012, dirinya masih memiliki sejumlah target yang belum tercapai, seperti menjuarai kompetisi nasional dan turnamen internasional. Andik mengaku kecewa setelah gagal membawa Persebaya menjuarai IPL dan skuad Merah Putih berjaya di Piala AFF 2012.

"Karena itu, aku harap berbagai masalah itu bisa selesai supaya kita bisa memaksimalkan kesempatan seperti SEA Games tahun depan agar kita bisa jadi juara satu," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau