Tangkubanparahu Dikunjungi 1,4 Juta Wisatawan

Kompas.com - 02/01/2013, 10:51 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkubanparahu di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dikunjungi 1,4 juta pengunjung pada 2012.

"Jumlah kunjungan wisata ke TWA Tangkubanparahu terus meningkat dalam tiga tahun terakhir, pada 2012 pengunjung mencapai 1,4 juta orang," kata Direktur Utama PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) Putra Kaban di Bandung, Rabu (2/1/2013).

Selain itu juga terjadi peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang mencapai 20.000 orang pada 2012 atau meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Adapun wisatawan mancanegara, selain dari Malaysia dan Singapura, peningkatan signifikan juga dari kalangan wisatawan China dan Korea.

"Peningkatan kunjungan wisatawan China dan Korea meningkat signifikan pada 2012 dan ke depan kami terus melakukan promosi ke negara lainnya bekerja sama dengan agen perjalanan," tuturnya.

Peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan TWA Gunung Tangkubanparahu itu tidak lepas dari adanya penerbangan langsung ke luar negeri, yakni ke Malaysia dan Singapura. "Yang jelas, dengan peningkatan kunjungan itu, TWA Gunung Tangkubanparahu telah menjadi tujuan wisata, bukan sekadar persinggahan. Dan, hasil survei, pengunjung mendatangi lokasi itu karena alamnya dan kekhasan Tangkubanparahu," kata Kaban.

 Peningkatan infrastruktur dan kelengkapan lainnya, kata dia, menjadi salah satu komitmen dari TWA Gunung Tangkubanparahu. Pihaknya tetap mempertahankan keaslian dan kondisi alam di kawasan obyek wisata itu, termasuk meningkatkan manajemen pengelolaan kawasan wisata alam itu.

Terkait peningkatan manajemen pengelolaan kawasan wisata alam itu, kata Kaban, dilakukan antara lain untuk mengatur kepadatan kendaraan dan pengunjung di kawasan obyek wisata alam itu, terutama pada akhir pekan dan liburan panjang. "Pada liburan panjang ini atau akhir pekan terjadi antrean kendaraan di sini. Kami melakukan manajemen pengelolaan transportasi di sana termasuk menutup portal bila terlalu padat," kata Putra Kaban.
    

Ia menyebutkan, kunjungan wisatawan pada akhir pekan rata-rata mencapai 7.000 hingga 8.000 pengunjung. "Kecuali Lebaran dan liburan Natal dan Tahun Baru 2013 ini, pengunjung yang masuk ke TWA Tangkubanparahu mencapai 13.000," kata Putra Kaban menambahkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau