Insiden bmw maut

Enung, Ibu Bayi Korban BMW Maut, Belum Tahu Anaknya Meninggal

Kompas.com - 02/01/2013, 14:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Enung (34), ibu dari Muhammad Raihan (1,5), belum tahu anaknya menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut antara BMW X5, yang dikemudikan Rasyid Rajasa, dan Daihatsu Luxio yang ditumpanginya, Selasa (1/1/2013) kemarin. Enung bersama putranya, Rifan (8), turut menjadi korban luka dari kecelakaan yang terjadi di Tol Jagorawi Km 3+350 itu. Ia masih dirawat di Rumah Sakit Polri Bhayangkara Raden Said Sukanto, Jakarta Timur.

"Belum sampai ke situ. Supaya pasien tenang dulu, baru kita akan informasikan," ujar Dokter Yayok Ms. Spdk, Kepala Sub Pelayanan Medik RS Polri, kepada wartawan, Rabu (2/1/2013).

Yayok mengungkapkan, sejak dibawa ke RS Polri, Selasa pagi, sesaat setelah kejadian, kedua korban dalam kondisi stabil meski mengalami sejumlah luka lecet dan benturan. Keduanya ditangani beberapa dokter, yakni dokter spesialis anak, dokter bedah, dan dokter saraf.

"Nyonya E kondisinya stabil, beberapa luka di tangan, dan mengeluh pusing. Kalau untuk R, penanganan sekarang luka, nanti komprehensif, termasuk psikolog," lanjutnya.

Atas keluhan tersebut, kedua pasien dilakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari CT scan, pemeriksaan darah, dan pemeriksaan laboratorium. Hasil dari serangkaian pemeriksaan itu, lanjut Yayok, bisa diketahui tiga hingga empat hari ke depan. Hingga kini, Enung dan Rifan masih dirawat di Unit Cendrawasih RS Polri. Enung dirawat di ruangan 4, sementara Rifan dirawat di ruangan 6. Turut mendampingi sanak saudara dari Enung dan Rifan. Sementara Raihan telah dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di kampung halamannya, Ciaul, Kababungan, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu pagi. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau