Rasyid Rajasa Tak Dirawat di RS Polri

Kompas.com - 02/01/2013, 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Putra bungsu Hatta Rajasa, M Rasyid Amrullah, menghilang pascapenetapannya menjadi tersangka atas kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi yang merenggut dua nyawa. Di manakah keberadaan putra besan Presiden RI kini?

Dokter Muhammad Yayok MS Spdk, Kepala Sub Pelayanan Medis Rumah Sakit Polri Bhayangkara Raden Said Sukanto, menegaskan, tersangka tak dirawat di rumah sakit tersebut. Pihaknya hanya merawat dua orang korban luka sekaligus menyemayamkan dua korban meninggal dunia.

"Yang dirawat di RS Polri saat ini adalah dua orang korban, atas nama R berusia delapan tahun, dan Nyonya E usia 34 tahun," kata Yayok kepada wartawan di depan ruang Cendrawasih RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2013).

Hal tersebut menunjukkan terjadi perbedaan penanganan dengan kasus-kasus sebelumnya. Pasalnya, beberapa kasus kecelakaan maut lainnya pernah terjadi, antara lain sopir Xenia maut Afriyani, model seksi Novi Amelia, dan pengemudi Livina maut Andhika. Dalam ketiga kasus menghebohkan tersebut, setelah ditetapkan pihak kepolisian sebagai tersangka, ketiga orang tersebut sempat menjalani pemeriksaan dan perawatan medis di RS Polri agar dapat diperiksa lebih lanjut secara hukum.

Yayok pun ikut membenarkan bahwa RS Polri menjadi rumah sakit rujukan bagi tersangka yang mengalami gangguan medis. "Yang bersangkutan sakit nggak? Kalau sakit ya seharusnya dirawat," tambah Yayok.

Yayok juga menegaskan, kedatangan beberapa orang dari keluarga Hatta Rajasa ke RS Polri bukanlah untuk menjenguk Rasyid, melainkan menjenguk korban luka yang tengah dirawat. Beberapa utusan anggota keluarga diketahui datang ke RS Polri. Namun, mereka tampak menghindar dari sorotan kamera wartawan.

M Rasyid Amrulloh Rajasa ditetapkan menjadi tersangka satu hari setelah kecelakaan maut di Tol Jagorawi arah Bogor, Selasa pukul 05.45 WIB. Mobil BMW X5 B 272 HR yang dikemudikan Rasyid menabrak angkutan umum berplat hitam Daihatsu Luxio F 1622 CY yang dikemudikan Frans Joner Sirait (37).

Dua orang atas nama Harun (57) dan Muhammad Raihan tewas dalam musibah tersebut. Hasil pemeriksaan awal terhadap para saksi dan penelitian di lokasi kejadian menunjukan kecelakaan terjadi akibat pengemudi BMW mengantuk. Hal itu pun menyebabkan mobilnya menabrak Luxio dari arah belakang.

Berita-berita terkait lainnya, baca:
Insiden BMW Maut di Jagorawi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau