Jokowi: Saya Mau Lihat Sopir Bandel Tak Pakai Seragam

Kompas.com - 03/01/2013, 17:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kawasan Terminal Senen tiba-tiba dihebohkan dengan kehadiran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Warga pun langsung menyerbu mantan Wali Kota Solo tersebut.

Tentu saja, seperti biasa, Jokowi bersalaman dengan warga itu. Dia tampak didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono.

"Saya mau lihat sopir angkot ada yang bandel enggak pakai seragam, ada yang sopir tembak. Bus-bus yang jelek juga harus diganti," kata Jokowi, Kamis (3/1/2013).

Dalam kunjungan singkatnya ini, Jokowi menyempatkan diri melihat dan mencermati langsung ban dan mesin bus Kopami 12 jurusan Grogol-Kalideres yang terletak di bawah tempat duduk sopir. Dia tidak peduli meski hujan sempat turun.

Walaupun hujan turun di kawasan Terminal Senen, Jokowi juga sempat menyuruh seorang sopir yang tidak memakai seragam untuk mengenakannya. Bahkan, dia terlihat memakaikan kartu identitas yang terletak di dada sopir tersebut.

"Itu jangan didobel-dobel dong seragamnya. Nanti kepanasan dibuka lagi," ujar Jokowi kepada sopir itu.

Jokowi menilai, masih banyak yang harus diperbaiki di Terminal Senen ini, khususnya para sopir yang diwajibkan mengenakan seragam.

"Ya, nanti, satu-satu. Saya mau konsentrasi di sopir sama di kendaraan dulu. Oleh karena itu, ada razia-razia seperti ini sehingga jelas," ujar Jokowi.

Setelah sekitar 20 menit melihat-lihat Terminal Senen, Jokowi langsung bergegas menuju mobilnya dan pergi.

"Mau ke mana? Oh, itu rahasia," ujar Jokowi sambil tersenyum.

Sementara itu, Sunardi MS, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, mengatakan, penindakan ini akan dilakukan setiap hari. Para sopir bus yang tidak memakai seragam ataupun mengendarai bus yang tak layak jalan akan diberikan sanksi.

"Semua pengemudi harus tertib. Lengkap dengan surat dan seragam. Sanksi tilang BAP untuk yang tak pakai seragam dan untuk kendaraan tak layak jalan akan dikandangin. Di Jakpus lebih dari 50 pelanggaran di Terminal Senen dan jalanan Jakarta Pusat. Lima kendaraan dikandangin," kata Sunardi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau