Usai Rekor, IHSG Turun karena Ambil Untung

Kompas.com - 04/01/2013, 09:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan bergerak turun, Jumat (4/1/2013), setelah kemarin mencetak rekor tertinggi dalam sejarah. Penurunan ini umum terjadi karena perilaku ambil untung sejumlah investor.

Sentimen negatif juga datang dari bursa global semalam waktu Indonesia. Indeks-indeks di bursa Wallstreet melemah, selain karena ambil untung, juga karena berita The Fed akan menghentikan pembelian surat utang di akhir tahun ini.

Indeks Dow Jones industrial average turun tipis 0,16 persen ke level 13.391, Indeks S&P 500 melemah 0,21 persen ke level 1.459 dan Indeks Nasdaq turun 0,38 persen ke level 3.100.

IHSG kemarin ditutup naik 52,78 poin (1,21 persen) dan nyaris tembus level 4.400. Indeks ditutup di level 4.399,26 dengan jumlah transaksi sebanyak 10,7 juta lot atau setara dengan Rp 6,11 triliun. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih di pasar reguler sebesar Rp 632,09 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli adalah ASII, BBRI, UNTR, SMCB, dan UNVR. Mata uang rupiah terapresiasi ke level Rp 9.653 per dollar AS.

Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, kenaikan IHSG merupakan suatu breakout dari resistance sebelumnya sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (highest high). Namun yang perlu diperhatikan adalah breakout ini tidak disertai dengan candle volume yang cukup. Oleh karena itu, besar kemungkinan IHSG akan mengalami penurunan untuk menguji partial decline pada pattern broadening top yang sedang terbentuk saat ini.

Dengan resistance pada 4.425 menggunakan 127 persen Fibonacci extention dan support 4.340. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah ASII, BBRI dan GGRM.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau