Pemohon Rusun Marunda Membeludak

Kompas.com - 04/01/2013, 13:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jumlah pemohon yang mendaftarkan diri sebagai calon penghuni rumah susun sewa Marunda di Cilincing, Jakarta Utara, membeludak. Jumlah pendaftar mencapai 1.377 orang, termasuk pendaftar baru yang dibuka beberapa bulan terakhir.

Kepala Unit Pengelola Teknis Rumah Susun Wilayah I Jakarta Utara Kusnindar, Jumat (4/1/2013), mengatakan, dibandingkan dengan rumah susun lain di DKI Jakarta, peminat Rusun Marunda terbilang tinggi. Oleh karena itu, pihaknya memperketat seleksi calon penghuni.

Kusnindar menambahkan, kapasitas tampung yang tengah disiapkan hanya 200 unit untuk 200 keluarga. Unit-unit itu berada di dua blok di Klaster B dan merupakan sebagian dari 1.900 unit rumah susun yang kosong sejak rusun selesai dibangun tahun 2007-2009.

"Kami meminta calon penghuni untuk datang sendiri membawa berkas-berkas yang diperlukan, bukan melalui perwakilan lembaga atau kelompok. Ini untuk menghindari pelanggaran yang selama ini terjadi, seperti alih sewa dan pemindahtanganan ilegal," tutur Kusnindar.

Dari seleksi administrasi, pengelola meloloskan 79 calon penghuni yang berhak mengikuti undian pengisian unit-unit kosong. Jumlah itu merupakan hasil seleksi dari 576 calon penghuni yang lolos seleksi berkas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau