Robot Mabuk, Cikal Bakal Maskot Android

Kompas.com - 04/01/2013, 16:28 WIB

Dan Morrill/Google Dandroids, maskot Android buatan pemrogram software di Google, Dan Morril, yang mengakui dirinya amatir soal desain grafis.



KOMPAS.com - Maskot robot hijau untuk Android saat ini bisa disebut sebagai salah satu ikon paling dikenal dalam jagat teknologi. Pada mulanya, seorang karyawan Google yang bekerja sebagai pemrogram perangkat lunak pernah mendesain maskot Android seperti robot yang sedang mabuk.

Karyawan itu bernama Dan Morrill yang khusus berhubungan dengan pengembang aplikasi. Morrill mempublikasi beberapa gambar di jejaring sosial Google+ miliknya, Kamis (3/1/2013). Ia berbagi cerita tentang desain maskot Android buatannya yang ditampilkan dalam rapat internal Google.

Sekitar tahun 2007, ketika Android belum diperkenalkan secara resmi, Morrill dan tim diharuskan memberi presentasi di internal Google, tentang Application Programming Interface (API) Android yang akan dirilis untuk pengembang aplikasi.

Karena Morrill dan kawan-kawan terlalu sibuk menyusun kode bahasa pemrograman, mereka tak sempat mendesain logo untuk Android. Tim Android ingin segera merampungkan API.

Dengan terburu-buru, Morril mendesain maskot Android yang nampak seperti robot mabuk. Matanya dibuat melingkar-lingkar dengan ekspresi yang tak karuan. Ia mengakui dirinya amatir soal desain grafis. Namun, ia tetap memasukkan gambar robot mabuk itu dalam materi presentasi.

API dan Android disambut hangat oleh internal Google, tapi tidak dengan maskot robot mabuk, Maskot itu kemudian dijuluki Dandroids, tentu saja itu hanya candaan yang mungkin terinspirasi dari nama Dan Morrill.

Beberapa waktu kemudian, Morrill lanjut berkisah, seseorang bernama Irina Blok mempresentasikan karyanya yang berjudul "bugdroid." Blok mendesain robot hijau yang lucu, tapi gagah, yang kemudian jadi maskot resmi Android.

"Ini lucu. Sangat terlihat bagaimana kerja seorang profesional desain grafis memiliki kualitas lebih tinggi dibandingkan seorang amatir?" kata Morrill.

Sistem operasi mobile Android pertama kali diciptakan oleh perusahaan Android Inc, yang berkantor di Palo Alto, California. Mereka membangun Android dengan inti program (kernel) Linux.

Perusahaan raksasa internet Google kemudian membeli seluruh saham Android Inc pada Agustus 2005. Para pendiri Android pun akhirnya bekerja untuk Google, seperti Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White.

Google mulai serius mengembangkan Android untuk masuk ke pasar perangkat mobile global dengan merilis Android versi 1.1 pada Maret 2009. Android bebas diadopsi oleh para produsen perangkat mobile. Bahkan, kini ia diadopsi oleh perangkat kamera dan televisi.

Google pun merilis kode sumber (source code) Android untuk pengembang aplikasi dan menyediakan toko aplikasi online Google Play Store (dahulu bernama Android Market).

Dua bulan kemudian, Google merilis Android versi 1.5 dengan kode nama Cupcake. Dari sinilah dimulai penamaan kode Android berdasarkan nama kue dan sesuai urutan abjad (yang dimulai dari C: Cupcake). Berikut versi dan kode nama Android dari masa ke masa:

- Android versi 1.1
- Android versi 1.5 (Cupcake)
- Android versi 1.6 (Donut)
- Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
- Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
- Android versi 2.3 (Gingerbread)
- Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
- Android versi 4.0 (Ice Cream Sandwich)
- Android versi 4.1/4.2 (Jelly Bean)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau