Terduga Teroris yang Tewas Jadi 3 Orang?

Kompas.com - 04/01/2013, 16:58 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com -- Dua terduga teroris yang ditembak kakinya oleh Densus 88 di Pasar Daya, diduga dirawat di Markas Brimob Polda Sulselbar, Jalan KS Tubun, Makassar. Hanya saja, beredar informasi di kalangan intelijen kepolisian bahwa salah seorang terduga teroris tewas akibat tertembak kakinya.

Rencananya, jenazah seorang terduga teroris tersebut akan dibawa ke RS Bhayangkara. "Kami dapat info, seorang terduga teroris lagi tewas. Jadi sudah tiga terduga teroris yang tewas," ungkap anggota intel Polrestabes Makassar ini setelah berkoordinasi dengan tim Densus 88 AT.

Intelijen Polrestabes Makassar juga mengungkapkan, dari penangkapan keempat terduga teroris di Makassar, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) menemukan bom jenis granat. Bom tersebut ditemukan di tubuh terduga teroris. "Ada granat ditemukan di tubuh terduga teroris," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi mengaku belum mengetahui adanya bom yang ditemukan di tubuh terduga teroris.

"Saya belum tahu dik, kalau ada granat yang ditemukan, sebab belum ada laporan yang resmi terkait terduga teroris di Makassar. Soal dua terduga teroris yang ditembak kakinya juga tidak tahu dirawat dimana. Apalagi adanya info soal tewasnya seorang terduga teroris lagi juga tidak tahu," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau