Pakistan

Malala Diizinkan Meninggalkan Rumah Sakit

Kompas.com - 04/01/2013, 19:23 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Remaja Pakistan yang ditembak Taliban karena mengkampanyekan pendidikan untuk anak-anak perempuan, Malala Yousufzai, telah diizinkan pulang dari rumah sakit di Inggris, tempat selama ini ia dirawat.

Tim dokter di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham mengatakan perawatan bisa dilanjutkan di rumah sementara, yang ia tempati di Inggris tengah.

"Malala adalah anak yang kuat dan selama ini telah mencatat kemajuan yang sangat menggembirakan," kata Dr Dave Rosser dari RS Queen Elizabeth, hari Jumat (4/1/2012).

"Dan setelah berdiskusi dengan Malala dan tim dokter, kami memutuskan akan lebih baik bagi Malala bila ia menjalani perawatan lanjutan di rumah sehingga ia bisa lebih dekat dengan keluarganya," tambah Dr Rosser. 

Malala, yang berusia 15 tahun, nantinya akan kembali dirawat di rumah sakit untuk menjalani operasi penyembuhan luka di kepalanya.

Ketika ditembak di Pakistan Oktober tahun lalu, peluru mengenai bagian di atas mata kiri, dan peluru bersarang di otaknya.

Dokter di Pakistan mengambil peluru ini sebelum ia diterbangkan ke Inggris.

Ia ditembak saat kembali pulang dari sekolah di distrik Swat di Pakistan barat laut.

Taliban mengatakan mereka menembak Malala karena kegiatan yang dilakukan remaja putri ini sama dengan mempromosikan sekularisme.

Serangan Taliban memicu kemarahan di Pakistan dan masyarakat internasional.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau