"Wonderful Indonesia" Tampil Memukau di Pasadena

Kompas.com - 05/01/2013, 13:26 WIB

PASADENA, KOMPAS.com - Indonesia mengulang suksesnya memenangi Piala Presiden AS dalam parade mawar tahunan Tournament of the Roses di kota Pasadena, di Negara Bagian California, Amerika Serikat, Selasa (1/1/2013).

Sebelumnya tahun lalu Indonesia berhasil meraih penghargaan sebagai peserta non-komersial yang menggunakan bunga paling efektif dalam rangkaian kendaraan hias. Keikutsertaan Indonesia dalam acara ini adalah untuk kali kedua setelah 16 tahun absen, sebelumnya yaitu tampil pada 1996 dan 2012.

ToR 2013 berlangsung di Pasadena, Amerika Serikat pada 1-2 Januari 2013. Kali ini mengangkat tema, “Oh, The Places You'll Go” dan merupakan yang ke-124 kali diselenggarakan. Acara ini disaksikan sekitar 450 juta masyarakat internasional dan di AS sendiri disaksikan sebanyak 38 juta penonton. Di lokasi acara hadir jutaan penonton yang datang langsung menyaksikan.

Kendaraan hias Indonesia menghadirkan tema “Wonderful Indonesia” dengan menampilkan tiga sosok wayang golek dalam kendaraan, yaitu Krisna, Arjuna dan Gatotkaca. Mengikuti kendaraan tersebut, berbagai kendaraan berhias stupa dan diiringi gamelan Jawa Tengah memeriahkan iring-iringan.

Beberapa delegasi yang berjalan kaki dihiasi kostum cantik dan megah bercirikan pakaian adat Indonesia. Dengan senyum manis nan sumringah, mereka berhasil menarik hati warga dan juri yang hadir dalam acara tahun baru itu. Hadir pula dalam iringannya 12 penari dari Solo Batik Carnival sebagai pengiring dengan kostum batik kreatif untuk mengangkat tema creative tourism.

Kendaraannya sendiri terdiri dari main fload berukuran 18 x 35 feet dan satellite fload 16 x 20 feet. Iringannya menempati urutan ke-30 dari 41 float yang akan tampil melintasi ruas jalan 391 South Orange Grove Boulevard, Pasadena-California, AS.

Kendaraan hias Indonesia itu berpawai bersama unit pasukan berkuda, dimeriahkan dengan iringan marching band dalam rute sepanjang 8,85 kilometer mengelilingi kota Pasadena.

Delegasi Indonesia sendiri dipimpin Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu. Keikutsertaan Indonesia dalam acara megah internasional ini tentunya guna mempromosikan pariwisata Indonesia ke seluruh dunia, terutama masyarakat AS.

Amerika Serikat merupakan pasar potensial, di mana tahun 2011 jumlah kunjungan wisatawan dari AS ke Indonesia sebanyak 194.398 wisatawan. Lama tinggal wisatawan tersebut rata-rata 10,56 hari dan pengeluaran rata-rata sebesar 1.398 dollar AS per orang per kunjungan.

Sedangkan pada 2012, posisi Januari hingga Oktober 2012, jumlah kunjungan wisatawan AS sebanyak 173.798 wisatawan atau naik 9,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebanyak 158.077 wisatawan.

Sementara tahun 2013, dari target 9 juta kunjungan wisman ke Indonesia, sebanyak 210.000 wisatawan di antaranya akan datang dari kawasan AS.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau