Jokowi Fokus pada Normalisasi Tiga Kali Besar

Kompas.com - 05/01/2013, 18:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mengurangi banjir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkonsentrasi melakukan normalisasi di tiga kali besar di wilayah ibu kota negara Indonesia ini.

"Semua akan dinormalisasi, tetapi konsentrasi awal untuk kali besar di Pesanggrahan, Angke, dan Sunter," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Jalan Raya Kedoya, Pesing Koneng RT 09 RW 08, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (5/1/2013).

Ia melanjutkan, dalam rangka normalisasi tersebut, Pemprov DKI akan fokus pada pengerjaan pembebasan tanah. Saat ini sudah ada sebagian tanah yang masuk pada inventarisasi agar cepat selesai. Jika pembebasan tanah rampung dengan cepat, pembangunan dapat segera dilaksanakan.

Normalisasi dengan membangun tanggul di kali-kali besar, kata Jokowi, dapat mengurangi banjir di wilayah Jakarta. Akan tetapi, pembangunan tanggul dan normalisasi tidak dapat dilaksanakan dengan cepat karena tersendat pembebasan tanah dan terbatasnya pekerja. "Kalau hitungan tematik, kan, dalam setahun kita hanya bisa betulkan 8-12 kali, sedangkan di Jakarta terdapat 78 titik banjir," kata Jokowi.

Ia menambahkan, 78 titik itu belum termasuk penambahan titik banjir setiap tahunnya. Setiap tahun, titik banjir pasti terus bertambah sehingga membutuhkan terobosan-terobosan. "Tangkapan air jadi mal dan rumah. Makanya titik banjir terus bertambah setiap tahunnya," ungkap Jokowi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memantau tanggul kali Sekertaris, RT 5 RW 2 kampung Guji Baru, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pantauan ini dilakukan dalam tahap normalisasi kali yang didirikan tanggul untuk mencegah banjir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau