Radang Otak Penyebab Meninggalnya Si Bocah Pemulung

Kompas.com - 06/01/2013, 11:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim dokter Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUPP) memastikan penyebab meninggalnya RI (11), adalah radang pada bagian otak. RI adalah bocah kelas 5 SD yang diduga korban pemerkosaan.

"Secara klinisnya kita mengatakannya radang otak," ujar Dokter Priyanti, Dirut RSUP Persahabatan, dalam konferensi pers kepada wartawan pada Minggu (6/1/2013) pagi.

Meski demikian, Priyanti menambahkan, hasil klinis itu masih harus dipastikan terlebih dahulu dengan sejumlah data pemeriksaan. Baik dengan rekam medik RI selama dirawat di Intensive Care Unit (ICU) atau hasil autopsi pada jenazah RI.

Kondisi radang otak, terang Priyanti, bisa disebabkan oleh luka berat yang terdapat pada area kemaluan korban. Radang otak tersebut dapat diketahui dari kondisi kejang-kejang serta suhu badan meningkat pada RI.

"Luka pada alat kelamin kemudian menyebar ke yang lainnya, bisa saja. Tapi kepastian itu yang masih belum jelas, tergantung hasil," lanjutnya.

Kini, jenazah bocah malang tersebut telah dikirim ke kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalan otopsi. Pihak keluarga serta dokter forensik dari RSUP Persahabatan turut mendampingi jenazah RI.

RI, adalah puteri bungsu dari enam bersaudara pasangan suami istri A (50) dan L (54). Mereka tinggal di lapak pemulung di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

RI masuk ke ICU RSUPP pada 29 Desember 2012 lalu dengan kondisi kejang serta suhu tubuh meningkat. Setelah penanganan pertama, dokter RSUPP menemukan luka tidak tertangani pada kemaluan korban. Kondisi RI kian menurun hingga Minggu (6/1/2013), RI menghembuskan nafas terakhir dalam kondisi tidak sadarkan diri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau