Khofifah Favorit di Kalangan 'Underbow' PKB

Kompas.com - 06/01/2013, 13:52 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Meski kalah dalam suksesi Pilgub 2008 lalu, nama Khofifah Indar Parawansah masih menjadi idola bagi sebagian warga Nahdiyin, khususnya pengurus Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Jatim.

Survei internal pengurus underbow PKB ini masih menempatkan Khofifah di posisi teratas dengan perolehan 53 persen. Khofifah bahkan mengalahkan nama mantan ketua Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa Imam Nahrawi, yang berada di posisi kedua dengan perolehan 21 persen.

Survei yang dilakukan sepanjang Desember 2012 kepada ratusan pengurus Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Kabupaten/Kota se-Jatim itu, kata Ketua DKW Garda Bangsa Zaini Nasiruddin, untuk mengetahui kecenderungan pengurus memilih nama calon gubernur pada Pilgub Jatim, Agustus mendatang.

"Hasil ini akan direkomendasikan kepada partai agar menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan siapa nama calon yang akan direstui," kata anggota Fraksi PKB, DPRD Jatim ini, Minggu (6/1/2013).

Hasil itu, kata dia, ternyata sama dengan keputusan Pengurus DKN Garda Bangsa yang sebelumnya menyatakan dukungan penuh kepada Ketua Umum Muslimat NU itu untuk kembali bertarung merebut kursi Gubernur Jatim.

"Ini artinya, nama Khofifah tidak hanya menjadi idola bagi kader Garda Bangsa di Jatim, tapi sudah menjadi idola bagi seluruh pengurus secara nasional," tambahnya.

Hasil survei tersebut meletakkan nama Wagub Jatim Saifullah Yusuf di posisi ketiga terfavorit dengan perolehan 14 persen responden, menyusul kemudian Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar 8 persen, dan Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa 4 persen.

PKB sepakat mengusung kader sendiri dalam Pilgub Jatim nanti. Partai berlambang bintang sembilan itu akan memilih satu dari dua nama bakal calon gubernur Jatim yang direstui, yakni antara Wagub Jatim Saifullah Yusuf, dan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansah. Kedua tokoh Nahdiyin itu dipandang memiliki pengalaman memimpin yang cukup untuk menduduki posisi gubernur Jatim.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau