Ratusan Rumah Terendam Banjir di Maros

Kompas.com - 06/01/2013, 22:06 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir di sejumlah wilayah dan dilaporkan sebuah rumah panggung hanyut terbawa arus.

Menurut informasi yang dihimpun Kompas.com, banjir telah menggenangi dan merendam sekitar 200 rumah milik warga di Kecamatan Camba. Di Kecamatan Simbang 170 rumah, di Kecamatan Lau di Kelurahan Mattiro deceng 220 rumah, 64 rumah di antaranya terisolasi karena akses menuju rumah mereka terputus.

Kepala Kecamatan Camba, Andi Mappellawa yang dikonfirmasi, Minggu (06/01/2013) mengatakan, banjir yang terjadi di Kecamatan Camba merupakan kali pertama terjadi selama dalam kurun waktu 70 tahun. Banyak warga yang tidak menyangka hal itu akan terjadi, karena secara geografis, Camba berada di pegunungan.

"Tapi curah hujan yang terus menerus turun membuat pohon yang ada pegunungan tidak mampu lagi menahan air. Makanya Kota Camba tergenang air. Ketinggian air mencapai 2 meter. Bahkan batas air sudah mencapai lantai rumah panggung milik warga," ungkap.

Dia menambahkan, akibat banjir ini, banyak warga yang dievakuasi. Saat ini, seluruh staf kecamatan bersiaga di posko bencana alam. Tempat itu juga dijadikan sebagai dapur umum.

Andi Mappallewa menuturkan, bantuan Pemda Maros malam tadi telah tiba di lokasi banjir berupa perahu karet dan mi instan. "Mi instan ini akan kami bagikan kepada warga yang telah dievakuasi. Karena memang warga membutuhkan makanan instan. Apa lagi kalau curah hujan tidak berhenti," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kecamatan Simbang, M Idrus mengungkapkan, tingginya curah hujan menyebabkan air sungai Batu Bessi meluap. Akibatnya dua jembatan gantung yakni jembatan gantung Tanete dan jembatan gantung Hombes hanyut terbawa arus.

Sedikitnya 25 kepala keluarga (KK) terisoliasi akibat jembatan gantung terputus. Idrus menjelaskan, selain jembatan hanyut terbawa arus deras, juga terjadi pohon tumbang dan tanah longsor di Desa Kappang.

"Gara-gara pohon tumbang dan tanah longsor, akses jalan Maros-Bone lumpuh sekitar 6 jam. Namun saat ini, akses jalan mulai normal kembali. Karena pohon tumbang sudah dipinggirkan oleh warga, sementara untuk tanah longsor juga telah diangkut menggunakan alat berat," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau