Dugaan korupsi pengadaan al quran

Ditahan di Rutan Guntur, Dendy Minta Ayam Goreng

Kompas.com - 07/01/2013, 12:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Elzarita, ibu tersangka kasus dugaan penerimaan suap kepengurusan proyek Al Quran dan laboratorium Kementerian Agama Dendy Prasetya, mengunjungi putranya yang ditahan di Rumah Tahanan KPK di Kompleks Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2013). Elzarita mengatakan, Dendy dalam kondisi sehat selama ditahan di Rutan Guntur sejak Jumat (4/1/2013) lalu.

"Alhamdulillah sehat," katanya Elzarita di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta saat mendaftar sebagai pengunjung rutan.

Selain sehat, menurut Elzarita, putranya itu siap mengikuti persidangan. Mesk demikian, lanjutnya, Dendy masih membutuhkan obat-obatan karena kakinya belum pulih pascakecelakaan pada Juli lalu.

"Namanya anak lagi kurang sehat, mau bilang apa, ya harus dijalani," ungkapnya.

Saat ditanya apakah ada permintaan khusus dari Dendy selama ditahan, Elzarita mengatakan kalau anaknya itu minta dibawakan ayam goreng untuk konsumsi di rutan. Selain menjenguk anaknya, Elzarita juga mengunjungi suaminya, Zulkarnaen Djabar.

Seperti diketahui, Zulkarnaen juga ditahan di Rutan Guntur, satu sel dengan putranya, Dendy. Baik Dendy maupun Zulkarnaen menjadi tersangka KPK atas dugaan menerima suap senilai Rp 10 miliar lebih terkait kepengurusan anggaran proyek Al Quran dan laboratorium Kemenag. Zulkarnaen menjadi tersangka dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi VIII DPR sekaligus anggota Badan Anggaran DPR. Sementara, Dendy diduga berperan sebagai perantara pihak Kemenag dengan pihak swasta.

Jumat pekan lalu, berkas pemeriksaan Dendy dan Zulkanaen dinyatakan lengkap atau P21. Ada batas waktu 14 hari sampai berkas perkara kedua tersangka itu dilimpahkan ke pengadilan. Kasus Al Quran ini menjadi salah satu perhatian KPK. Apalagi, perbuatan korupsinya diduga melibatkan ayah dan anak. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas beberapa waktu lalu bahkan menyinggung indikasi keterlibatan istri Zulkarnaen.

"Kasus Al Quran itu ada (tersangka) bapaknya, ada anaknya, kemungkinan juga istrinya," kata Busyro saat itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau