JAKARTA, KOMPAS.com - Elzarita, ibu tersangka kasus dugaan penerimaan suap kepengurusan proyek Al Quran dan laboratorium Kementerian Agama Dendy Prasetya, mengunjungi putranya yang ditahan di Rumah Tahanan KPK di Kompleks Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2013). Elzarita mengatakan, Dendy dalam kondisi sehat selama ditahan di Rutan Guntur sejak Jumat (4/1/2013) lalu.
"Alhamdulillah sehat," katanya Elzarita di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta saat mendaftar sebagai pengunjung rutan.
Selain sehat, menurut Elzarita, putranya itu siap mengikuti persidangan. Mesk demikian, lanjutnya, Dendy masih membutuhkan obat-obatan karena kakinya belum pulih pascakecelakaan pada Juli lalu.
"Namanya anak lagi kurang sehat, mau bilang apa, ya harus dijalani," ungkapnya.
Saat ditanya apakah ada permintaan khusus dari Dendy selama ditahan, Elzarita mengatakan kalau anaknya itu minta dibawakan ayam goreng untuk konsumsi di rutan. Selain menjenguk anaknya, Elzarita juga mengunjungi suaminya, Zulkarnaen Djabar.
Seperti diketahui, Zulkarnaen juga ditahan di Rutan Guntur, satu sel dengan putranya, Dendy. Baik Dendy maupun Zulkarnaen menjadi tersangka KPK atas dugaan menerima suap senilai Rp 10 miliar lebih terkait kepengurusan anggaran proyek Al Quran dan laboratorium Kemenag. Zulkarnaen menjadi tersangka dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi VIII DPR sekaligus anggota Badan Anggaran DPR. Sementara, Dendy diduga berperan sebagai perantara pihak Kemenag dengan pihak swasta.
Jumat pekan lalu, berkas pemeriksaan Dendy dan Zulkanaen dinyatakan lengkap atau P21. Ada batas waktu 14 hari sampai berkas perkara kedua tersangka itu dilimpahkan ke pengadilan. Kasus Al Quran ini menjadi salah satu perhatian KPK. Apalagi, perbuatan korupsinya diduga melibatkan ayah dan anak. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas beberapa waktu lalu bahkan menyinggung indikasi keterlibatan istri Zulkarnaen.
"Kasus Al Quran itu ada (tersangka) bapaknya, ada anaknya, kemungkinan juga istrinya," kata Busyro saat itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang