BOYOLALI, KOMPAS.com - Longsor yang terjadi di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah sejak Minggu (6/1/2013), membuat tiga dusun terisolasi.
Sekolah yang berada di salah satu dusun itu pun tak dapat dijangkau, sehingga aktivitas belajar mengajar diliburkan, menunggu kondisi jalan aman dan dapat dilalui kembali.
Hingga Senin (7/1/2013) siang, jalan desa yang sebelumnya tertimbun material longsor sudah dapat dilalui. Nampak masyarakat dibantu para relawan, serta polisi dan tentara, membersihkan tanah yang memenuhi jalan yang menghubungkan Desa Lencoh dengan Desa Jrakah.
Kepala Desa Lencoh, Sumardi, mengatakan, longsor terjadi sejak Sabtu (5/1), dan kemudian terjadi longsor susulan pada Minggu hingga ada enam titik longsor di jalur yang lebarnya hanya sekitar tiga meter tersebut. Akibatnya, warga di tiga dusun, yaitu Dusun Wates (Desa Jrakah), Dusun Tumut dan Dusun Gesikan (Desa Lencoh) terisolasi.
Sekolah yang berada di Dusun Wates, SD Jrakah 04 pun terpaksa diliburkan. Sejak pagi, para guru dan siswa yang berangkat menuju sekolah itu tak dapat mengakses jalan karena jalan yang dibatasi tebing dan jurang itu tertutup tanah. Guru dan para siswa pun kembali.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Dasar Luar Sekolah Kecamatan Selo, Marsudi, mengatakan, sementara sekolah diliburkan satu hari. Selanjutnya akan dilihat kemudian, jika cuaca buruk dan longsor kembali terjadi kemungkinan kegiatan belajar mengajar untuk sementara dihentikan, karena akses menuju sekolah sangat berbahaya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang