CILACAP, KOMPAS.com — Penanganan longsor di jalur selatan penghubung Cilacap, Jawa Tengah; dan Kota Banjar, Jawa Barat, di Desa Panulisan, Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, terkendala luruhan material dari bukit.
Jika hujan turun, maka tanah bagian atas di tebing luruh terbawa air hujan sehingga dikhawatirkan menimbulkan korban, baik dari pekerja maupun pengguna jalan.
Kepala Balai Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga Wilayah Cilacap Edy Gunawan, Senin (7/1/2013), mengatakan, pihaknya sulit memperkirakan selesainya penanganan longsor di ruas tersebut. Kondisi hujan cukup riskan karena bisa saja menyebabkan longsor susulan dari bukit di selatan jalan raya.
"Kalau tidak hujan, bisa selesai Selasa besok. Tapi karena hujan terus terang, pekerjaan jadi tambah berat. Tidak bisa cepat karena harus hati-hati sekali. Sulit memprediksinya," ujarnya.
Saat ini para pekerja masih membuang sisa material longsoran yang menumpuk di bawah bahu jalan. Selain itu, untuk mengurangi dampak guguran tanah dari bukit, pihak BPT Bina Marga Cilacap juga membuat terasering pada bukit tersebut.
Tanah longsor di Bukit Tilu di jalur selatan Jateng pada Kamis (3/1/2013) malam mengakibatkan longsoran dengan panjang sekitar 100-200 meter di antara pabrik pengolahan kayu PT Waroeng Batok Industry dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Panulisan. Saat ini, material longsoran sudah dipinggirkan. Arus lalu lintas diatur secara darurat dengan sistem buka tutup.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang