Gunung merapi

1.189 Korban Terima Sertifikat Tanah Gratis

Kompas.com - 08/01/2013, 02:03 WIB

Sleman, Kompas - Pemerintah memberikan sertifikat tanah hak milik kepada 1.189 keluarga korban erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Mereka merupakan korban erupsi yang bersedia direlokasi ke hunian tetap. Selain mendapatkan tanah dan bangunan, warga juga dijanjikan mendapat sertifikat tanah gratis untuk lahan mereka yang tertimbun material vulkanik Merapi di kawasan rawan bencana.

Sertifikat tanah itu diserahkan Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono (HB) X didampingi Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY Arie Yuriwin dan Bupati Sleman Sri Purnomo, Senin (7/1), di Balai Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Korban yang menerima sertifikat hak milik atas tanah itu berasal dari Desa Kepuharjo, Umbulharjo, Glagaharjo, dan Wukirsari.

Pascaerupsi Gunung Merapi tahun 2010, korban yang bersedia direlokasi dari kawasan rawan bencana mendapat tanah seluas 100 meter persegi dan rumah seluas 36 meter persegi per keluarga. Ada pula korban yang memilih direlokasi di tanahnya sendiri. Pemerintah hanya membangunkan rumah baru.

”Tanah warga kawasan Merapi yang berada di atas (di kawasan rawan bencana) juga akan kami buatkan sertifikat. Dengan catatan, di atas tanah itu tak boleh dibangun hunian, tetapi untuk pertanian saja,” kata Arie. Kanwil BPN DIY menyiapkan 3.000 bidang untuk pembuatan sertifikat tanah bagi korban erupsi secara gratis atau dibiayai APBN.

”Jika batas tanah warga sudah ditemukan, akhir tahun ini kami targetkan pembuatan seluruh sertifikat selesai,” paparnya.

Menurut Sultan HB X, warga yang tinggal di hunian tetap akan diprioritaskan mendapatkan sertifikat tanah di kawasan rawan bencana. Sampai saat ini masih 656 keluarga korban erupsi Gunung Merapi yang belum bersedia direlokasi. (abk)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau