Annisa "Bayi Merpati" Itu Akhirnya Meninggal

Kompas.com - 08/01/2013, 17:32 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com — Annisa Laila Juwita Sari Merpati, bayi yang dilahirkan di penerbangan Merpati Nusantara dari Timika ke Ujung Pandang, meninggal dunia pada Senin (8/1/2013) pukul 22.00 WITA.

Putri keempat pasangan Harmani (33) dan Rudi Hamjah (35) itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Ibu dan Anak Catherine Booth, Makassar. Kini jenazahnya sudah dimakamkan di kampung halaman orangtuanya di Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan.

Annisa dilahirkan dengan bobot 1,7 kilogram pada Minggu (7/1/2013) pukul 18.40 WIT, atau 15 menit setelah pesawat Boeing 737-400 bernomor penerbangan MZ-845 itu lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua.

Persalinan Annisa dibantu empat kru Merpati, masing-masing Annisa Abdullah, Musyarofatul Laila, Sherly Juwita, dan Rahmasari; serta flight operation officer Teguh Mardianto dan seorang mahasiswi D-3 Keperawatan.

Harmani mengaku tidak menyangka bakal melahirkan putri ketiganya di ketinggian 32.000 kaki.

Saat hendak bertolak dari Timika ke Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu petang, dia tidak merasakan tanda-tanda akan melahirkan. Usia kandungannya pun baru tujuh bulan. Dia juga telah mendapat surat dokter untuk naik pesawat.

"Perut saya tiba-tiba mual sekali. Saya segera minta bantuan kru pesawat karena tak kuat lagi menahan sakit," katanya kepada Kompas.

Dia bersyukur kru Merpati sangat sigap dan tanpa panik membantu persalinan yang dipimpin kru paling senior, Sherly Juwita.

Dengan peristiwa yang dialami istrinya, Rudi akhirnya menerima usulan nama dari jajaran kru Merpati. "Mereka memberikan nama Annisa Laila Juwita Sari Merpati. Nama itu gabungan dari empat nama pramugari yang membantu persalinan istri saya," kata Rudi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau