Berlusconi: Saya Bisa Tawarkan Vila Indah kepada Pep

Kompas.com - 09/01/2013, 04:53 WIB

MILAN, KOMPAS.com — Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, mengaku telah membujuk Josep "Pep" Guardiola untuk melatih timnya. Menurutnya, sejauh ini, peluang timnya dilatih Pep sangat kecil.

Pep diangkat menjadi pelatih Barcelona pada Juli 2008 dan meninggalkan posisi itu pada Juni 2012. Selama empat tahun dilatih Pep, Barcelona meraih 14 gelar juara.

Pep kemudian "menyepi" ke New York bersama keluarganya. Namun, di sela-sela acara Malam Penghargaan FIFA Ballon d'Or 2012, di Zurich, Senin (7/1/2013), Pep mengaku mempertimbangkan kembali melatih musim depan.

"Saya selalu berusaha mendatangkannya ke Milan karena selama beberapa tahun terakhir, Barcelona memainkan gaya sepak bola terbaik," ujar Berlusconi.

"Kami menghubunginya, tetapi ia mengatakan masih ingin menyepi. Ia mengatakan bahwa di Milan ia akan mendapatkan kegembiraan, merasakan kekaguman kepada saya, dan mengapresiasi Danau Como, di mana saya bisa menawarkannya sebuah vila yang indah. Saat ini, saya harus mengatakan kemungkinan ia datang ke Milan sangat kecil," tuturnya.

Posisi pelatih Milan sejak 2010 diisi oleh Massimiliano Allegri. Allegri masih terikat kontrak hingga 2014. Namun, menurut Berlusconi, masa depan Allegri akan bergantung pada pencapaian Milan musim ini.

"Kami bersahabat dan saling menghormati. Namun, saat ini tak perlu melihat ke depan. Hasil kerja akan membuat masa depannya jelas. Saat ini, saya tak ingin bicara ini atau itu. Kita akan lihat apa yang ia raih di lapangan," aku Berlusconi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau