Tidak Punya Uang, Korban Banjir Abaikan Penyakit

Kompas.com - 09/01/2013, 15:23 WIB

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Korban abrasi pantai dan banjir rob yang bermukim di pesisir Pantai Lappae, Kecamatan Ujungbulu, Bulukumba, Sulawesi Selatan, mulai mengalami gatal-gatal pada kulit.

"Di sini warga diserang gatal-gatal, awalnya kulitnya memerah, karena seringnya digaruk karena tidak tahan dengan gatalnya sehingga kulit mereka mengelupas dan bahkan ada airnya," kata seorang warga bernama Tato Pandari (60) kepada Kompas.com, Rabu (9/1/2013).

Tato yang juga mengalami gatal-gatal hampir di seluruh tubuhnya mengaku tidak bisa berobat karena sudah tidak memiliki uang untuk ke rumah sakit.

"Jangankan untuk berobat, untuk makanpun kami susah, saya sudah tidak punya uang," keluhnya.

Dinas Kesehatan baru terjun ke lapangan mengobati korban banjir, setelah mendapat kabar dari sejumlah wartawan. Satu-satu petugas medis di daerah itu pun mendatangi pemukiman nelayan Lappae dan melakukan pengobatan.

Dokter Radjab mengatakan pada umumnya warga kampung nelayan ini menderita penyakit gatal-gatal akibat air laut yang menggenangi rumah mereka.

"Kita akan memberikan obat dan pelayanan secara gratis kepada mereka yang menderita penyakit," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau