Kecelakaan mobil listrik

Dipanggil Polda Jatim, Apa Status Dahlan Iskan?

Kompas.com - 09/01/2013, 16:38 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menjadwalkan pemanggilan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait kecelakaan mobil listrik, yang dikemudikannya pada akhir pekan lalu di Magetan, Kamis (10/1/2012) besok.

Sayangnya, pihak Polda Jatim enggan mengungkap status Dahlan atas pemanggilan itu. Menurut Kepala bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Hilman Thayib, mantan Dirut PLN itu akan memberikan keterangan seputar kecelakaan dan mobil listrik yang dipakainya.

''Kami sudah memanggil sejumlah saksi, tinggal Pak Dahlan saja,'' katanya seusai gelar perkara di Mapolda Jatim, Rabu (9/1/2013).

Gelar perkara soal kecelakaan Dahlan Iskan digelar sejak Selasa kemarin dan baru berakhir siang tadi sekitar pukul pukul 14.30 WIB. Para awak media sempat dibuat kecewa karena polisi sedianya hendak menguraikan hasil gelar perkara, tetapi diundur besok. ''Nanti Pak Kapolda sendiri yang akan menjelaskan,'' kata Hilman.

Seperti diberitakan, Dahlan Iskan terlibat kecelakaan di jalur pegunungan di Plaosan Magetan, Sabtu (5/1/2013) sore, saat melakukan uji coba prototipe mobil listrik Tucuxi. Kecelakaan secara umum karena rem mobil tidak berfungsi normal saat melalui jalur tebing. Untungnya, bos media itu selamat dalam kecelakaan yang menghancurkan sebagian besar mobil berwarna merah tersebut.

Berbagai isu negatif lantas mengitari peristiwa kecelakaan itu, seperti mobil belum memiliki izin tipe, hingga pelat nomor mobil DI 19, yang tidak tercatat sebagai pelat nomor daerah mana pun di Indonesia. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau