Enrekang

Densus 88 Temukan 4 Bom Aktif di Penggilingan Kopi

Kompas.com - 09/01/2013, 17:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan di sebuah penggilingan kopi, Enrekang, Sulawesi Selatan, Rabu (9/1/2013). Di lokasi tersebut polisi menemukan 4 bom pipa aktif yang disimpan oleh seseorang bernama Fahri.

“Pukul 11.00 Wita, di tempat penggilingan kopi tempat Fahri menyimpan bom ditemukan 4 buah bom pipa aktif,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta.

Boy menjelaskan, Fahri adalah orang yang dititipi bom oleh terduga teroris Syarifudin yang ditangkap beberapa waktu lalu di Makassar. Hari ini, polisi juga menggeledah kebun milik Syarifudin di Desa Bolang, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Makassar. “Dari pengembangan tersebut diamankan juga saudara Fahri. Yang bersangkutan dititipi bom oleh saudara Syarifudin,” sambung Boy.

Penggeledahan tersebut merupakan pengembangan atas pemeriksaan terhadap terduga teroris Syarifudin dan Fadli yang ditangkap di Makassar, Jumat (4/1/2013) pukul 18.00. Pada hari itu, Densus juga meringkus Syamsudin HG alias Asmar alias Abu Uswah dan Ahmad Khalil alias Hasan alias Kholid di halaman Masjid Nurul Afiat yang berada di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan.

Keduanya terpaksa ditembak hingga tewas karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Saat penangkapan tersebut, polisi menyita dua senjata api jenis FN dan granat manggis. Kemudian, pukul 14.00 Densus meringkus Thamrin dan Arbain di Pasar Daya Makassar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau