KOLAKA, KOMPAS.com -- Aparat Polisi Sektor Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara kembali mengamankan sekitar 1,1 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari salah satu mobil Avanza silver bernomor polisi DD 912 XU.
Kapolsek Pomalaa, Ipda Ahmad Troy mengatakan, mobil yang dikemudikan oleh Hidayatullah itu telah dicurigai oleh aparat Polsek Pomalaa yang tengah melakukan Operasi Cipta Kondisi secara rutin di jalan poros Kolaka-Pomalaa.
"Pas anggota kita menahan mobil itu ternyata di dalamnya ada puluhan jeriken masing-masing berisi 35 liter yang solar tanpa dilengkapi dokumen-dokumen pendukung. Makanya mobil beserta solarnya kita tahan dulu untuk ditindaklanjuti," ungkapnya, Rabu (09/01/201).
Ipda Ahmad menduga solar ini bersubsidi dan dikumpulkan untuk dijual kembali dengan harga tinggi. Sebab, mobil ini tidak dilengkapi dengan dokumen resmi serta surat-surat lainnya. Bahkan, dia menduga solar tersebut akan diselundupkan ke lokasi tambang yang memang marak di daerah Pomalaa.
"Nanti semua akan terbukti kalau sudah tiba di kantor. Siapa pemiliknya dan solar itu mau dibawa kemana. Ya, itu tadi, kalau dugaan sementara mau dijual ke perusahaan tambang yang tersebar di Pomalaa ini," tambahnya.
Sang sopir, Hidayatullah mengku kepada petugas bahwa solar yang dia angkut itu berasal dari dua tempat yang berbeda dan akan dibawa ke Kolaka guna ditampung lagi. "Nah, sopir itu mengaku sama anggota setelah didesak, ternyata solar ilegal itu dari Kabupaten Bombana dan Kecamatan Watubangga (Kab. Kolaka). Tujuannya di Kolaka, dan saat ini kita tahan dulu sopir untuk diproses dan ditetapkan sebagai tersangka," tegas Ahmad.
Sebelumnya, Polsek Pomalaa juga pernah mengamankan 5.000 liter solar ilegal beserta mobil tanki yang mengangkutnya. Solar tersebut akan dijual ke perusahaan tambang dengan harga yang lebih tinggi lagi. Dengan maraknya aktivitas tambang di Pomalaa diduga menjadi pemicu maraknya penimbunan solar subsidi oleh oknum tidak bertanggung jawab.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang