Suriah Bebaskan 2.130 Tahanan demi 48 Warga Iran

Kompas.com - 10/01/2013, 13:12 WIB

ISTANBUL, KOMPAS.com - Ribuan tahanan yang sebagian besar warga Suriah ditukar dengan 40-an warga Iran di Damaskus, Rabu (9/1), kata sebuah lembaga amal Turki.

Pemerintah Suriah membebaskan 2.130 warga sipil, 76 di antaranya perempuan, dalam pertukaran demi pembebasan 48 warga Iran yang ditahan pemberontak Suriah, kata Huseyin Oruç, wakil presiden Yayasan Bantuan Kemanusiaan di Turki.

Iran selama ini mendukung pemerintah Suriah dalam perang yang hampir berlangsung dua tahun antara para pemberontak melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, Rabu, melaporkan bahwa warga Iran yang dibebaskan adalah para peziarah yang "diculik teroris di Suriah pada Agustus" tahun lalu.

Al-Assad dan Iran secara rutin menyebut pemberontak Suriah sebagai militan atau teroris yang sokong pihak asing.

Pertukaran itu terjadi setelah pidato Al Assad hari Minggu saat ia berjanji untuk terus menghancurkan pemberontak.

"Ini kemenangan besar bagi kami," kata Louai al Miqdad, koordinator politik dan media Tentara Pembabasan Suriah. "Ini  kemenangan besar bagi revolusi. Dan kemenangan besar bagi rakyat Suriah."

Dia menambahkan, "Hal ini menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa Bashar al-Assad hanya mengerti bahasa kekuasaan. Hari ini, kami membebaskan mereka dengan tangan kami."

Huseyin Oruç mengatakan kepada CNN dalam sebuah wawancara per telepon bahwa empat warga Turki dan seorang Palestina juga dibebaskan pemerintah Suriah sebagai bagian dari kesepakatan itu.

Sebuah tim yayasan itu di Damaskus menangani pertukaran tersebut, yang berlangsung di sejumlah kantor polisi, katanya.

Pada Rabu malam, warga Iran yang dibebaskan berada di Damaskus dan warga Suriah yang dibebaskan telah pulang ke rumah mereka masing-masing, katanya.

Menurut lembaga itu, pertukaran terseut merupakan hasil negosiasi selama tiga bulan.

Di antara warga Suriah dan Turki yang dibebaskan terdapat empat "aktivis perempuan pengantin baru," yaitu perempuan yang mengenakan gaun pengantin ketika ditangkap saat memprotes kekerasan di negara mereka, kata Miqdad.

Beberapa dari tahanan warga Suriah dan Turki itu telah ditahan di penjara utama ibukota, dan yang lainnya di penjara yang dikelola intelijen, kata Miqdad.

Dia mengatakan warga Iran yang dibebaskan merupakan anggota kelompok yang diculik Agustus lalu oleh pemberontak di Damaskus. Pemerintah Iran membantah klaim pemberontak bahwa warga Iran yang dibebaskan itu merupakan anggota Pengawal Revolusi Iran. Teheran mengatakan, mereka adalah peziarah Syiah yang berada di Suriah untuk mengunjungi tempat-tempat suci di Damaskus ketika diculik "militan yang didukung pihak asing."

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau