Tarif listrik

Pelemahan Rupiah Menguntungkan Eksportir

Kompas.com - 10/01/2013, 15:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Pelemahan rupiah yang berlangsung di awal tahun 2013 ini, bisa menjadi kompesasi bagi eksportir, atas kenaikan tarif dasar listrik dan upah minimum.

Eksportir berharap rupiah bisa mencapai posisi Rp 10.500 per dollar AS. Pelemahan rupiah juga diharapkan berlangsung secara kontinyu.

Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia Ambar Tjahyono, di Jakarta, Kamis (10/1/2013), mengatakan, pelemahan rupiah menguntungkan ekspotir. "Dengan posisi lemah maka keuntungan eksportir lebih maksimal. Ini menjadi stimulus bagi mereka untuk terus mendorong ekspor," katanya.

Menurut Ambar, pelemahan rupiah juga menjadi kompensasi eksportir yang terkena dampak kenaikan TDL dan UMP. Kenaikan TDL dan UMP membuat beban biaya produksi membengkak sehingga keuntungan pengusaha tergerus. "Lewat hasil maksimal dari pembayaran ekspor, beban itu bisa terkompensasi," ujarnya.

Pelemahan rupiah telah menembus level Rp 9.800 per dollar AS. Eksportir berharap pelemahan bisa tembus ke level Rp 10.500 per dollar AS.

Pelemahan rupiah akan mendongkrak daya beli di kalangan pembeli asing karena harga barang produk Indonesia jadi lebih murah. "Sebaliknya kalau rupiah kuat, harga produk kita jadi mahal," katanya.     

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau