Makassar

Pendukung Cagub Tawuran, Korban Ditikam dan Dipanah

Kompas.com - 10/01/2013, 18:43 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Usai debat kandidat Calon Gubernur Sulawesi Selatan yang digelar di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, massa pasangan calon guburnur nomor urut 1 Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) dan pasangan petahana nomor urut 2 Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nulmang terlibat tawuran dan saling serang.

Dikabarkan, tiga korban luka terkena panah, batu dan tikaman. Menurut informasi yang dihimpun Kompas.com, usai debat kandidat, massa IA dan Sayang bertemu di Jalan Hadji Bau Makassar. Kedua kubu tersebut saling ejek, lalu saling serang. Akibatnya, korban luka pun berjatuhan.

Aparat kepolisian yang berada di sekitar lokasi kejadian berusaha mengamankan situasi bentrokan antara kedua. Hingga kini, situasi di lokasi bentrokan fisik berhasil diredam aparat kepolisian.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi yang dikonfirmasi mengatakan, hingga kini pihaknya belum mengetahui motif bentrokan tersebut. Namun ia membenarkan, terdapat dua korban luka pada kedua kelompok massa tersebut.

Menurut Endi, aparat gabungan sudah mengamankan situasi di tempat kejadian perkara (TKP). "Jadi dua korban luka yakni massa IA satu orang dan massa Sayang satu orang. Kalau massa Sayang kena ditikama di perut, sedangkan massa IA kena anak panah di kakinya," kata mantan wakil Kapolrestabes Makassar ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau