Android Hadir di "Rice Cooker"

Kompas.com - 11/01/2013, 08:27 WIB

Panasonic

KOMPAS.com - Google tidak berpuas diri setelah berhasil membuat Android menjadi sistem operasi mobile yang paling banyak digunakan di perangkat smartphone. Google akan mengembangkan Android ke arah lain yang belum pernah terpikirkan sebelumnya, yaitu perangkat rumah tangga.

Jangan kaget misalkan pada suatu hari menemukan alat penanak nasi (rice cooker) atau kulkas yang dipersenjatai dengan sistem operasi Android. Perangkat tersebut sebenarnya sudah mulai banyak beredar, walaupun belum masuk ke Indonesia.

Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu, Panasonic sudah meluncurkan sebuah alat rice cooker dengan Android di Jepang. Sistem operasi ini bisa digunakan untuk menentukan jenis nasi, berapa lama nasi akan ditanak, dan panduan untuk memasak nasi.

Selain itu, Panasonic juga sudah meluncurkan perangkat microwave berbasis awan. Dengan menggunakan produk ini, pengguna dapat mencari resep dan memprogram masakan langsung melalui smartphone.

Perusahaan elektronik asal Korea, LG, juga sudah membuat perangkat kulkas yang dilengkapi sistem operasi Android. Perangkat tersebut dinamakan Smart ThinQ Refrigerator.

Melalui layar LCD yang ada di kulkas ini, para pengguna dapat melihat makanan apa saja yang terdapat dalam produk ini, di mana diletakkannya, dan informasi mengenai tanggal kadaluwarsa. Informasi tersebut juga dapat diakses melalui perangkat smartphone.

Dengan Android dan internet, perangkat-perangkat di rumah akan semakin terkoneksi dan memudahkan kehidupan penggunanya. Di masa yang akan datang, apakah Anda tertarik menggunakan perangkat-perangkat seperti yang sudah disebutkan sebelumnya? 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau