Pemkot Malang Segera Miliki RSUD "Tanpa Kelas"

Kompas.com - 11/01/2013, 17:04 WIB

MALANG, KOMPAS.com -- Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, dalam waktu dekat ini segera memiliki rumah sakit umum daerah (RSUD) sebagai rumah sakit "tanpa kelas" karena siapapun yang berobat akan dilayani secara maksimal.

"Rumah sakit tanpa kelas ini artinya siapapun berhak mendapatkan layanan di rumah sakit itu, tidak peduli dengan status sosialnya, terutama warga kurang mampu yang menggunakan kartu jamkesmas, jamkesda maupun surat pernyataan miskin (SPM)," tegas Wali Kota Malang Peni Suparto di Malang, Jumat (11/1/2013).   

Menurut Peni, siapapun, mulai dari warga kurang mampu maupun kaya akan mendapatkan layanan yang sama di RSUD yang saat ini masih dalam proses pembangunan tersebut.

Rumah sakit tersebut, lanjut Peni, nantinya didesain tiga lantai dan dibuat senyaman serta seaman mungkin dengan berbagai fasilitas dan peralatan medis yang modern, apalagi dana untuk pembangunan rumah sakit tersebut cukup besar, yakni Rp 70 miliar.

Dana sebesar Rp 70 miliar itu, menurutnya, merupakan anggaran untuk pembangunan fisik saja. Sedangkan anggaran pembelian peralatan medis ada sendiri dan lahannya merupakan aset pemkot.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Enny Sekar Rengganingati mengatakan, proses pembangunan RSUD tersebut sudah mencapai 60 persen dan dijadwalkan akhir tahun ini sudah tuntas. Sehingga, pada tahun 2014 sudah bisa beroperasi melayani pasien secara maksimal.   

Kata Enny, RSUD tersebut saat ini juga sudah dioperasikan, namun baru sebatas poli umum, poli gigi dan kandungan serta persalinan. "Ke depan RSUD ini di-setting bisa melayani semua jenis penyakit dan ditangani oleh dokter spesialis," katanya, menambahkan.    

RSUD yang dibangun dari dana APBD Kota Malang itu nantinya memiliki 100 kamar. Awalnya, RSUD itu diprioritaskan bagi warga miskin yang berobat dengan menggunakan kartu jamkesmas, jamkesda dan SPM yang selama ini dirujuk ke RSSA Malang dan RST Soepraoen.

Namun, dalam perkembangan pembangunannya, nantinya juga bisa melayani pasien umum dengan fasilitas yang memadai seperti layanan yang diberlakukan bagi pasien miskin.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau