UNY Rancang "Software" Jadwal Pelajaran Berbasis WEB

Kompas.com - 14/01/2013, 00:01 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Yogyakarta Fajar Kurniawan merancang "software" atau perangkat lunak sistem penyusunan jadwal pelajaran berbasis web sesuai dengan kebutuhan sekolah.

"Perancangan perangkat lunak itu dilatarbelakangi penyusunan dan aksesibilitas jadwal pelajaran di sekolah masih menemui beberapa hambatan karena kebanyakan pembuatan jadwal masih dilakukan secara manual," kata Fajar di Yogyakarta, Minggu (13/1/2013).

Menurut dia, penggunaan program "spreadsheet" dari MS Excel dengan menggunakan logika atau formula yang disediakan program itu juga belum cukup efektif.

Hal itu disebabkan jika kecakapan dalam menggunakan "software" MS Excel masih kurang, maka akan banyak kesulitan yang muncul dalam penyusunan jadwal pelajaran tersebut.

"Selain itu, kesulitan juga terjadi pada segi aksesibilitas karena jika ada guru atau staf lain yang ingin mengecek dari komputer masing-masing, mereka masih harus meng-’copy’ file jadwal secara manual yakni dengan flashdisk," katanya.

Ia mengatakan di internet memang sudah tersedia begitu banyak pilihan "software", baik gratis maupun berbayar, yang mendukung pembuatan jadwal pelajaran.

Namun pada implementasinya masih banyak mengalami kekurangan karena setiap sekolah memiliki strategi penjadwalan yang kompleks. Di SMK misalnya, ada strategi "rolling" ruang praktik dan "rolling" waktu pagi atau sore.

"Oleh karena itu sangat dibutuhkan perangkat lunak penyusun jadwal pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan sekolah seperti fitur impor data, pencarian, ekspor data, dan pembagian hak akses pengguna," katanya.

Menurut dia secara umum sistem yang dirancang di bawah bimbingan dosen Pendidikan Teknik Elektronika UNY Totok Sukardiyono itu memiliki tujuh halaman utama yakni halaman login, awal (home), admin, pengaturan, entri data, entri jadwal, dan cetak.

"Ada beberapa tabel untuk memenuhi kebutuhan sistem tersebut. Tabel data awal yakni tabel guru, kelas, jam pelajaran, hari, identitas sekolah, dan admin," katanya.

Selanjutnya dari tabel guru dan mata pelajaran diturunkan pada tabel kode pelajaran, karena terdapat beberapa guru yang mengajar lebih dari satu mata pelajaran.

Ia mengatakan penyusunan jadwal pelajaran dari masing-masing tabel tersebut direlasikan ke tabel pertemuan. Pada tabel itu dipasang "constraint" agar masing-masing guru dan kelas tidak terjadi bentrok pertemuan. Selain itu, dari tabel pertemuan itu jadwal pelajaran ditampilkan dan dicetak.

"Sistem itu dapat dijalankan pada berbagai jenis ’web browser’ atau sistem operasi dan tidak mengalami kendala jika dijalankan pada berbagai jenis printer untuk mencetak," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau