Akan Direlokasi, Pedagang PD Pasar Jaya Pasar Minggu Cemas

Kompas.com - 14/01/2013, 14:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pedagang lapak di PD Pasar Jaya Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Minggu belakangan mulai cemas tentang kelangsungan tempat mereka berjualan. Pasalnya, berbagai tindakan dan kebijakan yang dikeluarkan manajeman PD Pasar Jaya Pasar Minggu serta isu pemindahaan lokasi membuat mereka tidak bisa berdagang dengan tenang.

Perisitiwa tersebut berawal dari adanya Adipura yang diselenggarakan dengan PD Pasar Jaya Pasar Minggu, Jakarta Selatan sebagai suksesor program tersebut. Para pedagang diminta untuk tidak berjualan selama empat hari. Setelah dituruti dan tidak berjualan selama beberapa hari itu, secara sepihak pengelola PD Pasar Jaya kemudian membangun lapak-lapak baru yang luas lapak, biaya sewa, diatur sendiri tanpa musyawarah kepada pihak pedagang terlebih dahulu.

"Ini kayak pengusiran secara halus. Dengan dalih mau ditata ulang, uang sewanya kemudian dinaikan. Selain itu, area berjualan itu dipersempit, dari yang biasa 4-5 meter, jadi 3-2 meter saja," kata Eka Prasetya dari Divisi Advokasi PBHI Jakarta, di Sekretarian RW 08, Pajaten Timur, Jakarta Selatan, Senin (14/1/2013).

Menurut Eka, pedagang tersebut merupakan pedagang yang bisa menjajakan lapak dagangannya di wilayah lorong atau pun menggunakan area di dalam PD Pasar Jaya (bukan pedagang toko). Dengan adanya kebijakan sepihak itu, pada pedagang menolak hal tersebut. Mereka juga meminta agar peraturan yang ada dikembalikan seperti semula.

"Pihak pengelola PD Pasar Jaya juga mengeluarkan SK itu secara sepihak. Sampai akhirnya pedagang memutuskan sikap menolak cara-cara manajemen pasar," ujar Eka.

Menurut Eka, hal tersebut bertentangan dengan Perda Nomor 3 tahun 2009 tentang pengelolaan pasar yang tercantum pada Pasal 13 huruf e, di situ diatur bahwa "setiap rencana pembangunan pasar yang mencakup rencana pembangunan, penempatan pedagang maupun harga tempat usaha, harus disepakati paling kurang 60 persen pedagang eksiting aktif yang dibuktikan dengan pernyataan tertulis di atas meterai".

Erni (48), seorang pedagang pakaian menuturkan kecemasannya apabila dipindahkan dari tempatnya berjualan semula. Para pedagang mendapat isyu bahwa mereka akan dipindahkan atau direlokasi di pasar impres yang berada di lantai dua. Tetapi hal tersebut justru dirasa akan merugikan mereka. Sebab, mereka akan kehilangan konsumen mereka.

"Katanya kami mau dipindahkan di impres, lah siapa (pembeli) yang mau beli di impres? Kami maunya tetap di sini, di tempat yang biasa. Saya enggak mau dipindah-pindah. Kami juga cuma dagang dari jam satu siang sampai magrib saja. Kan malemnya pedagang sayur," ujar Erni.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau